Mamuju (ANTARA News)- Investor dari China berminat membangun  pabrik cokelat di Provinsi Sulawesi Barat karena memiliki potensi perkebunan tanaman kakao, kata Gubernur Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.

Anwar mengatakan, China adalah salah satu negara yang mengalami pertumbuhan besar dalam hal industri, bahkan berhasil menyaingi negara-negara industri lain seperti Jepang, Korea dan  negara adidaya Amerika Serikat.

Ia mengatakan, ketertarikan investor China untuk membangun pabrik cokelat disebabkan daerah ini merupakan salah satu provinsi penghasil kakao dengan luas lahan 165.000 ha yang  menghasilkan buah kakao sebanyak 90.436 ton/tahun.

"Berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar tahun lalu, produksi kakao provinsi ini  mencapai 90.436 ton/tahun," kata dia.

Dengan ketersediaan bahan baku kakao tersebut, kata dia, investor China bersedia membangun kerja sama dalam bidang pembangunan pabrik pengolahan kakao di provinsi itu.

"China adalah salah satu negara tujuan ekspor kakao di dunia, untuk pemenuhan bahan baku untuk industri pembuatan cokelat," kata dia.

Selain itu, kata dia, alasan lain investor China akan membangun pabrik coklat tersebut adalah karena daerah ini menyimpan potensi energi listrik.

"Ketersediaan listrik di Sulbar juga menjadi alasan bagi pemodal untuk membangun pabrik cokelat," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan pabrik cokelat tersebut, pangsa pasar kakao petani di Sulbar akan tertangani karena sudah ada investor yang siap membeli kakao di daerah ini dengan harga yang menjanjikan.

"Jika ini berjalan dengan baik, petani kakao akan mengalami peningkatan kesejahteraan karena harga kakao juga akan membaik," katanya. (T.KR-ACO/N002)