Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Fasilitas Tanggap Darurat dan Siaga Bencana Kabupaten Bantaeng akan dijadikan contoh bagi daerah Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Keinginan untuk menjadikan fasilitas tersebut sebagai model Sulsel dikemukakan Syamsari S, Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan Bencana saat berkunjung ke Kabupaten Bantaeng, Selasa.

Tim Pansus yang terdiri atas Syamsari S (Ketua), H Burhanuddin B. Muhlis Panaungi. A Mariattang, Muhammad Awwal Muin, dr Hasanna Lawang yang didampingi AM Rizal dari Disperindag Sulsel melihat langsung kegiatan dan kondisi tanggap darurat yang dibina Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan serta Bapedalda Kabupaten Bantaeng itu.

Penanggung Jawab Siaga Bencana Kabupaten Bantaeng Dr Ihsan menjelaskan struktur organisasi dan tata cara pelayanan ketika terjadi bencana.

Tim Pansus juga mendapat penjelasan dari Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng dan Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Abd Rasyid seputar pelayanan yang sudah dilakukan selama ini.

Dewan memberi apresiasi atas inisiatif Pemda Bantaeng yang menghadirkan fasilitas yang dalam pelayanannya tidak dipungut biaya. "Kami memberi apresiasi atas kehadiran fasilitas ini. Terlebih kehadirannya sebelum ada Peraturan Daerah (Perda)," terang Syamsari.

Menurutnya, tanggap bencana yang dilengkapi personil Brigade Siaga Bencana  yang tumbuh dari bawah memungkinkan untuk diaplikasi ke seluruh daerah. Karenanya, model di Kabupaten Bantaeng diharapkan menjadi model Sulsel, ucapnya.

Tim Siaga Bencana daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar itu terdiri atas tim dokter, Satgas Pemadam, dan tim evakuasi. Tim Siaga tersebut dilengkapi enam unit mobil ambulans dan tiga unit perahu evakuasi serta peralatan kecelakaan lainnya yang kini dalam kondisi baik dan siap digunakan jika sewaktu-waktu diperlukan.

Fasilitas tersebut dikelola delapan orang Tim SAR, 15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan 40 orang tenaga medis, termasuk tiga orang dokter terlatih bencana yang disiagakan penuh.

Dengan tim yang ada tersebut, semua kondisi, baik musibah kecil maupun besar. Baik di darat maupun di laut diharapkan dapat diantisipasi dengan baik. Masyarakat cukup  menghubungi 113 atau 118 atau 22724 bila terjadi musibah di sekitarnya.

"Segera hubungi kami di nomor telepon itu bila terjadi sesuatu," pinta Kadis Kesehatan Hj Takudaeng. (T.KR-AAT/F003)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar