Makassar (ANTARA News) - Berbagai atraksi seni tradisional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dipentaskan untuk menyambut kedatangan peserta lomba perahu tradisional suku Mandar, "Sandeq Race" di Makassar, Sabtu.

Penyambutan terhadap 42 perahu sandeq yang dilakukan di anjungan Pantai Losari Makassar, diawali dengan pertunjukan seni tradisional komunitas  "Mallewang" yang diperankan 11 orang penabuh genderang dan seorang lagi sebagai penari.     

Dalam pertunjukan sekitar satu jam, kesenian tradisional "Mallewang" menyampaikan bahwa perjalanan hidup dan kebesaran  orang Mandar tidak lepas dari nilai-nilai religius, khususnya Islam.

Penyambutan juga diisi dengan tarian Mappendisasi, tari tradisional Suku Mandar yang diperankan 10 orang remaja, yang terdiri atas enam perempuan dan empat laki-laki. 

Tarian Mappendisasi mengilhami pelaut-pelaut Mandar dalam mengarungi lautan ke berbagai belahan dunia dengan menggunakan perahu Sandeq.   

Tarian yang berdurasi sekitar 20 menit ini juga mengusung sesajen dengan dupa, yang dimaksudkan sebagai pemberi spirit dan berkah bagi orang Mandar dalam mengarungi lautan. 

Selain itu, penghormatan kepada peserta "Sandeq Race" yang menempuh jarak sekitar 600 mil dari Mamuju, disambut dengan Drum Band  dari mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Sandeq Race yang berlangsung 29 Juli - 7 Juli melewati selat Makassar dengan rute, Mamuju - Majene - Polewali - Pare Pare - Barru - Makassar.   

Hadir di acara penyambutan, Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Titin Sukarya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin. (T.pso-099/Z002)