Maros, Sulsel (ANTARA News) - Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros, Sulawesi Selatan, Muhammad Yasin, mengatakan, pemanfaatan tepung dari biji sorgum untuk produk makanan dapat menggantikan tepung terigu.

"Pemanfaatan tepung biji sorgum menjadi produk pangan olahan lebih menguntungkan, terutam untuk menjadi produk seperti kue, cookies, roti, dan mi instan," ungkapnya di Maros, Selasa.

Menurutnya, nilai nutrisi sorgum cukup memadai dengan kandungan protein sebesar delapan hingga 11 persen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan subtitusi tepung sorgum terhadap tepung terigu cukup beragam.

"Untuk cookies, kemampuan subtitusi tepung sorgum antara 50 persen hingga 75 persen, untuk cake sebesar 30 persen hingga 50 persen, roti sebesar 20 persen hingga 25 persen, dan mi instan sebesar 15 persen hingga 20 persen," jelasnya.

Subtitusi tersebut, kata dia, dapat ditingkatkan dengan kualitas penepungan, termasuk tekstur tepung.

Meskipun begitu, kata dia, nilai protein pembentuk glutennya tidak dapat menyamai tepung terigu.

Ia mengatakan, proses penepungan biji sorgum tersebut dapat dilakukan secara basah dan kering.

"Penepungan secara basah dapat menghasilkan warna tepung yang lebih putih dibandingkan penepungan yang dilakukan secara basah," terangnya.

Akan tetapi, lanjutnya, pada dasarnya derajat keputihan tepung ini juga bergantung pada varietas dan kualitas penyosohan.

Untuk itu, perlu didukung teknologi penyosoh yang memadai, efisien dengan rendemen tinggi, untuk meningkatkan mutu sorgum sebagai bahan tepung. (T.pso-103/A027)