Makassar (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Kota Gowa AKBP Totok Lisdiarto memerintahkan kepada anggotanya untuk menembak di tempat bagi para pelaku teror yang mencoba melarikan diri.

"Kami perintahkan untuk tembak di tempat, kalau ada pelaku teror yang mencoba melarikan diri. Untuk polisi, tembak di tempat bukan saja mematikan tapi melumpuhkan," jelasnya di Makassar, Kamis.

Tindakan tembak di tempat itu dikeluarkan terkait adanya beberapa aksi teror pascapemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan, salah satu kasus teror yang menjadi prioritasnya yakni pembakaran kantor Lurah Katangka.

Pengungkapan itu akan memanfaatkan teknologi informasi teknologi (IT). Hanya saja, dia enggan menyebutkan seperti apa langkah pengungkapan kasus melalui IT tersebut.

"Mohon maaf, kami belum bisa mengungkapkan secara terbuka soal apa yang akan kami lakukan, untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.

Untuk kasus terbakarnya mobil Dishubkominfo, pihaknya mengaku menemukan fakta bahwa mobil tersebut diduga dibakar dari dalam kendaraan itu.

Tidak ada kaca yang dipecahkan. Sementara mobil awalnya diketahui dalam keadaan terkunci. Ironisnya, tidak ada satupun anggota Dishubkominfo yang saat itu sedang piket, katanya. 
(T.KR-MH/Z002)