Makassar (ANTARA News) - Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) menyalurkan benih jagung di 13 provinsi yang merupakan sentra produksi jagung.

Kepala Balitsereal, Muhammad Yasin, di Makassar, Jumat, mengatakan, total Benih Penjenis (BS) jagung komposit yang disalurkan adalah sebanyak 2,6 ton.

Beberapa daerah yang memperoleh benih tersebut, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.

Benih BS ini, kata dia, dapat dikembangkan sehingga bantuan benih tersebut bisa digunakan secara berkesinambungan.

Menurutnya, benih jagung tersebut diharapkan dapat digunakan untuk produksi jagung kelas benih sebar seluas 720 hektar.

Benih sebar ini, kata dia, merupakan benih diproduksi di bawah pengawasan penyelenggara pemuliaan tanaman dengan metode yang telah diakui untuk menjamin keaslian dan kemurnian varietas.

"Benih ini merupakan satu-satunya benih sumber otentik untuk memperbanyak benih kelas-kelas berikutnya, dengan kualitas yang teruji baik di laboratorium maupun di lapangan," jelasnya.

Ia mengatakan, penggunaan benih unggul bermutu diperlukan, mengingat ketersediaan benih saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan kualitas benih yang tinggi.

"Untuk itu, proses pengembangan benih jagung akan terus dikawal sehingga dapat menghasilkan jagung dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi," ungkapnya.

Dengan penyaluran benih ini, kata dia, diharapkan dapat semakin meningkatkan produksi beras, sehingga dapat mencapai target swasembada berkelanjutan pada tahun 2014 mendatang.
(T.pso-103/S016)