Mamuju (ANTARA News) - Omzet pedagang tekstil yang ada di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Lebaran 1431 Hijriah tahun ini, turun dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.
Hastuti Muin, salah seorang pedagang tekstil di pasar Sentral Mamuju, Senin, mengatakan, dibandingkan tahun lalu, pendapatan pedagang pakaian di Mamuju pada lebaran tahun ini turun sekitar 50 persen.
Ia mengatakan, memasuki H-4 lebaran tahun ini pendapatan pedagang tekstil dipasar sentral Mamuju tetap mengalami peningkatan dibandingkan dengan pendapatannya dihari biasa.
"Memasuki H-4 lebaran tahun ini pengunjung yang datang membeli dipasar sentral Mamuju, telah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa, pendapatan pedagang naik dua kali lipat,"katanya.
Ia mengatakan, pakaian yang laku dijual pedagang didominasi pakaian busana muslim laki-laki dan perempuan, serta pakaian anak-anak sedangkan pakaian dewas agak tingkat permintaannya rendah.
Menurut dia, jika dihari biasa omzet pedagang mencapai sekitar Rp1.500.000 per hari dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000 per hari, maka meningkat menjadi sekitar Rp3.000.000 per hari dengan keuntungan bersih mencapai sekitar Rp500.000 memasuki H-4 jelang lebaran ini.
Meski mengalami peningkatan, namun keuntungan yang didapatkan pedagang tektil pada lebaran tahun ini agak rendah dibandingkan lebaran tahun lalu.
Ia mengatakan, pedagang pada tahun lalu mampu menjual dagangannya dengan mencapai omzet penjualan sekitar Rp5000.000 perhari dengan keuntungan bersih sekitar Rp1.000,000 per hari.
Hal senada dikatakan Imma pedagang tekstil lainnya ia mengaku mengeluhkan karena pendapatan pedagang pada tahun ini, lebih rendah dibandingkan lebaran tahun lalu.
"Kalau lebaran tahun lalu, saya bisa menjual hingga 30 potong pakaian dalam sehari jelang lebaran, namun tahun ini hanya bisa menjual pakaian hingga 20 potong dalam sehari pada H-4 lebaran ini," katanya.
Keuntungan dari omzet penjualannya juga menurun dibandingkan tahun karena pada tahun lalu mampu meraih omzet penjualan sekitar Rp4.000.000 dengan keuntungan sekitar Rp800,000 sementara tahun ini hanya sekitar Rp2.500.000 dengan keuntungan sekitar Rp500.000 perhari.
Ia mengatakan, menurunnya jumlah masyarakat yang datang membeli pakaian tekstil karena harga pakaian agak mengalami kenaikan hingga lima persen pada lebaran tahun ini.
"Mungkin masyarakat banyak yang tidak mampu membeli pakaian baru sehingga merekapun banyak yang tidak membeli baju baru," katanya. (T.KR-MFH/B012)
Pendapatan Pedagang Tekstil Turun Dibandingkan Lebaran Lalu
COPYRIGHT © 2010
Baca Juga
- Dana Penanggulangan Bencana Sulbar Belum Jelas
- Bulog Mamuju Siap OP Kendalikan Harga Beras
- Bulog dan Pemkab Mamuju Pantau Harga Beras
- Gubernur Bantah PLTA Karama Mulai Dibangun
- Gubernur : Pembangunan PLTA Karama tidak akan Dipaksakan
- Harga Beras di Majene Terus Meningkat
- Sulbar Dapat Rp400 Juta Bangun "Rumah Ikan"
- Pementasan "Sayyang Pattuddu" Majene Diramaikan Ribuan Masyarakat

















