Sinjai, Sulsel (ANTARA News) - Hujan yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Selatan menghambat kelancaran arus mudik lebaran yang mulai padat saat ini, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Akibat hujan lebat yang melanda beberapa daerah sejak Senin (6/9), kendaraan yang melintas di jalur mudik tersebut tidak bisa melanju akibat hujan, karena jarak pandang yang terbatas, kata Sultan sopir angkutan umum Makassar-Sinjai, Selasa.

"Kita harus berhati-hati, selain karena ruas jalan yang sempit dan beberapa titik rusak, juga karena volume kendaraan yang melintas mulai padat," ujar Sultan.

Jumlah kendaraan yang melintas di jalur utara Makassar-Parepare tiga hari menjelang lebaran (Selasa 7/9) mulai padat, begitu pula rute selatan Makassar-Sinjai dan lajur mudik bagian timur, Makassar-Bone.

Hujan yang melanda beberapa bagian Sulsel sejak awal pekan ini mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang air, bahkan sawah dan empang yang berada di sisi jalan ikut tergenang air, seperti di Kabupaten Maros, Pangkep, dan Takalar.

Sebagian ruas jalan di Kabupaten Bantaeng masih dalam perbaikan. Ada tiga titik yang rawan kecelakaan di kawasan itu karena badan jalan yang anjlok, sehingga sulit dihindari pengemudi yang melintas, terutama di malam hari.

Sementara untuk jalan poros Makassar-Parepare sepanjang 155 kilometer yang sedang dalam pembangunan, juga menghambat arus mudik di bagian utara Sulsel.

"Kendaraan yang melintas di jalur ini tidak bisa melaju karena harus turun naik di atas landasan jalan beton yang sementara dibangun di dua sisi jalan secara acak," ujar Sabir, sopir angkutan umum jurusan Makassar-Palopo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar memprediksi, hujan masih akan turun di beberapa daerah di Sulsel beberapa hari ke dapan, sehingga pemudik diingatkan untuk mewaspadai terjadinya tanah longsor dan banjir saat melintas di jalur rawan.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sulsel Abd Latief mengatakan, meski pihaknya telah melakukan perbaikan jalan yang rusak, namun beberapa titik yang kerusakannya cukup parah memerlukan waktu cukup lama untuk merampungkannya.

"Kita berharap perbaikan semua titik jalan yang rusak dan dinilai rawan kecelakaan selesai saat puncak mudik lebaran, namun karena faktor cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan pekerjaan di lapangan mengalami hambatan, "ujaranya. (T.S016/R007)