Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengemukakan, bantuan yang diberikan pemerintah provinsi kepada Kepolisian Resor Kabupaten Gowa untuk pengadaan "handy talky" senilai Rp100 juta, telah sesuai prosedur.

"Bantuan yang diberikan sesuai kemampuan daerah atas permintaan dari polres. Bukan tanpa permintaan kemudian tiba-tiba kita berikan. Ada surat permintaannya," katanya di Makassar, Minggu.

Menurut dia, pemberian bantuan dari pemerintah provinsi ke kepolisian atau TNI sebagai dukungan untuk menjaga stabilitas daerah adalah hal biasa dan dilakukan sesuai prosedur.

Hal ini juga sesuai tanggung jawabnya sebagai gubernur untuk merespon terhadap segala kondisi yang terjadi di Sulsel.

Polres Gowa pernah mengajukan permintaan dana senilai Rp600 juta ke Pemprov Sulsel dan disanggupi dengan memberikan Rp100 juta untuk pengadaan "handy talky". Anggaran tersebut diterima oleh AKBP Rudi Hananto yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Gowa.

Ia menyatakan keheranannya, jika bantuan yang diberikan menjelang pemilihan kepala daerah Gowa tersebut dibesar-besarkan dan dikait-kaitkan dengan masalah politik yang ada di Sulsel.

"Sebenarnya apa yang salah dengan bantuan itu. Polwiltabes Makassar juga pernah diberi bantuan sepeda untuk pengamanan. Kenapa bisa sekarang dikaitkan dengan pilkada. Padahal tidak ada kaitannya," katanya.

Segala hal yang menyangkut ketertiban daerah, kata gubernur, adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Ia mengatakan, Pemprov Sulsel akan segera menarik anggaran pengadaan "handy talky" tersebut untuk dikembalikan ke kas daerah. (T.KR-RY/S023)