Sungguminasa, Sulsel (ANTARA News) - Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto menyatakan akan segera memberlakukan larangan aksi unjuk rasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsesl terkait maraknya aksi yang berujung bentrokan.

"Besok ada lagi aksi unjuk rasa, tapi kami tidak mengizinkan lagi aksi itu dilakukan. Semuanya dilakukan untuk menjaga situasi di daerah ini kondusif di Kabupaten Gowa," ujarnya di Sungguminasa, Selasa.

Jika para pengunjuk rasa tetap nekat melaksanakan aksinya tanpa izin resmi dari pihak kepolisian, dirinya terpaksa membubar paksa aksi unjuk rasa yang dianggap melampaui batas kewajaran.

Pemberlakukan larangan itu dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sulselbar terkait dengan izin tersebut.

"Kita sudah koordinasikan ke Polda dan Polda sudah mengiyakan. Kita larang mereka sampai mereka santun melakukan aksi unjuk rasa," jelasnya.

Totok mengatakan, terkait pengamanan di Gowa, pihaknya mendapat tambahan personil dari satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulselbar.

Bantuan pengamanan tersebut berupa dua unit satuan patroli motor (patmor). Selain itu, pihaknya juga kembali memberlakukan pengamanan di wilayah perbatasan Gowa-Makassar dengan berkoordinasi dengan aparat Polsek Tamalate dan Polrestabes Makassar.

Terkait aksi penyerangan di kantor Bupati Gowa, Totok mengaku akan memanggil koordinator Aliansi Rakyat Gowa. Warga yang merusak baliho dan membawa senjata tajam akan diamankan.

Mantan Kepala Detasemen Brimob Pabaeng-baeng itu mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku tersebut. "Kita akan memanggil sesuai dengan koridor hukum," jelasnya.

Sementara dalam waktu dekat ini, kapolres Gowa akan melakukan pertemuan dengan sejumlah eleman masyarakat, termasuk unsur empat tim pemenangan pasangan calon yang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gowa, 23 Juni 2010.

Menurut dia, pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk deklarasi dalam upaya mendamaikan empat kubu yang bertarung dalam pesta demokrasi rakyat tersebut.

"Ini merupakan bentuk rekonsiliasi yang kita lakukan dalam waktu dekat. Kita juga akan undang pimpinan media supaya media tahu keempat pasangan calon ini tidak ada masalah," terangnya.
(T. KR-MH/S019)