Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Kota Makassar membutuhkan anggaran Rp5 triliun untuk rencana pembangunan mitigasi di pesisir pantai Losari yang panjangnya sekitar 36 kilometer.
"Kegiatan 'Eco2 Cities 2010 di Yokohama itu menarik perhatian dunia setelah kita melakukan presentasi mengenai konsep mitigasi dan adaptasi serta revitalisasi Pantai Losari yang sudah kita laksanakan," ujar Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan, anggaran Rp5 triliun itu berdasarkan asumsi rencana pembangunan mitigasi dan adaptasi sepanjang 36 kilometer yang terintegrasi dengan beberapa proyek perencanaan lainnya.
Diantaranya, ada perencanaan pembangunan kampus terbesar dan terlengkap mengenai kemaritiman yakni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar di Kelurahan Untia, Center Point of Indonesia (CPI) serta reklamasi pelabuhan.
Asumsi anggaran itu berdasarkan dengan rencana jangka panjang Pemerintah Kota Makassar. Ia mencontohkan, revitalisasi Pantai Losari yang panjangnya sekitar 900 meter itu menghabiskan anggaran sebesar Rp150 miliar lebih.
Karena itu, anggaran sebesar Rp5 triliun dianggap pantas untuk rencana pembangunan kawasan mitigasi dan adaptasi pantai yang terintegrasi dengan beberapa rencana lainnya.
"Saat kami memberikan presentasi di depan lembaga donor seperti Bank Dunia (world bank), ADB (Asian Development Bank) serta JICA mereka langsung memberikan apresiasi dan ingin memberikan bantuan teknis serta bantuan konstruksi," ucapnya.
Pada kesimpulan pertemuan eco2 cities Yokohama 2010 ini akan digiring sebagai acuan pada APEC Yokohama 2010 yang akan digelar 7-14 November mendatang.
Pada pertemuan iti beberapa pimpinan negara akan hadir seperti, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (T.KR-MH/M012)
Makassar Butuh Rp5 Triliun untuk Mitigasi Pantai
COPYRIGHT © 2010
Baca Juga
- Makassar-Terengganu Kerja Sama Promosi Pariwisata
- Penumpang Lion Air Minta Tanggungjawab Manajemen
- Tidak Dilibatkan Pedagang Makassar Mal Protes
- Kasus Keluhan Layanan Publik Masih Dominasi Pengaduan
- Partisipasi Masyarakat Jadi Kendala Program E-KTP
- Wali Kota Makassar Lakukan Mutasi
- DPRD Nilai Pemkot Lambat Atasi Kenaikan Harga
- Gubernur Sulsel Hadiri Kegiatan "Earth Hour"

















