Makassar (ANTARA News) - Pejabat ketua baru pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan diharapkan dapat mendekatkan posisi kader senior dan yunior dengan membuka saluran komunikasi diantara keduanya.

Salah satu tokoh pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang disebut-sebut bakal maju sebagai kandidat ketua KNPI Sulsel Adnan Ichsan Yasin Limpo di Makassar, Selasa, mengatakan, masalah yang melanda kaderisasi di KNPI provinsi itu yakni panjangnya kesenjangan komunikasi antara kader senior dan yunior.

"Karena itu pulalah setiap program KNPI Sulsel tidak terkoordinasi dengan baik. Aksi tidak berjalan matang, karena keduanya tidak saling berkomunikasi," ujar anggota Fraksi Demokrat DPRD Sulsel tersebut.

Masalah lainnya yang harus dibenahi, kata dia, kader KNPI Sulsel harus cermat merefleksikan rancangan regulasi kepemudaan yang menetapkan usia pemuda antara 16-30 tahun saja.

Sebab jika diimplementasikan di lapangan maka akan menemui kendala. Sebab rata-rata usia kader di organisasi kepemudaan (OKP) di bawah naungan KNPI Sulsel, sudah berusia di atas 30 tahun.

Adnan menambahkan, tak kurang KNPI Sulsel juga menghadapi masalah stigma publik ketika melihat figur dan latar belakang ketua.

Menurutnya, bukan rahasia umum jika pejabat ketua adalah anak seorang pejabat maka akan mendapat apresiasi baik dari kelompok masyarakat. Tapi hal berbeda akan terjadi jika ketua berlatar belakang masyarakat biasa.

"Saya pikir stigma seperti itu harus diubah. Siapapun figur ketuanya harus mendapat perlakuan dan penghormatan yang sama dari publik. Contohnya, jika ketua KNPI yang anak pejabat mengunjungi suatu daerah, dia disambut bupati. Tapi jika bukan anak pejabat, yang menyambut juga orang yang mewakili bupati saja," kata anak kandung Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo tersebut.

Menurutnya, sudah saatnya saat ini masyarakat tidak lagi melihat latar belakang secara primordial pada figur pimpinan KNPI Sulsel, tapi lebih menekankan kemampuannya dalam mengelola potensi-potensi kepemudaan.

Musda KNPI Sulsel bakal berlangsung di Makassar 16-18 Desember. Sampai saat ini, sudah ada lima nama yang disebut-sebut bakal maju mencalonkan diri.

Sebanyak 63 suara akan diperebutkan dalam pemilihan itu. Empat puluh dua di antaranya berasal dari OKP yang bernaung di bawah KNPI Sulsel. (T.KR-AAT/Z002)