Makassar (ANTARA News) - Badan Kepegawaian Negara (BKN) regional IV Makassar, menyatakan dugaan temuan ijazah palsu yang digunakan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010 menjadi kendala dalam proses penerimaan di beberapa kabupaten.

"Ada kabupaten yang juga menghadapi persoalan seperti ijazah palsu, kalau memang terbukti, ya kita batalkan," kata kepala Kantor BKN regional IV Makassar, Sumat di Makassar, Senin.

Selain ijazah palsu, kendala lain yang menghambat proses penerimaan CPNS 2010 adalah persoalan koordinasi. "Luwu Timur dan Makassar memang ada sedikit persoalan, berkaitan dengan masalah koordinasi tetapi saya tidak berwenang menjawab," katanya.

Begitu juga dengan Kabupaten Bantaeng. Namun, secara keseluruhan proses penerimaan CPNS di wilayahnya sangat lancar bahkan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"BKN berusaha meningkatkan pelayanan, masuknya berkas sesuai harapan seperti Provinsi Sulsel yang menyelesaikan seluruh prosesnya dengan cepat. Penyerahan surat keputusan pengangkatan CPNS Sulsel hari ini, bukti peningkatan pelayanan," jelasnya.

Daerah lain pun, lanjutnya, terus melakukan upaya peningkatan pelayanan.

Upaya peningkatan pelayanan tersebut, maka pihaknya memberlakukan lembur pada sabtu dan minggu untuk mengejar target. "Kalau tidak, tidak rampung, padahal saya menangani 68 provinsi," katanya.

Ia menargetkan, seluruh proses penerimaan CPNS di wilayah kerjanya telah rampung pada Maret 2011.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel Andi Murni Amin Situru mengatakan, Kabupaten Luwu Timur, Sinjai sedikit bermasalah dalam proses penyerahan berkas.

"Kota Makassar, bahkan belum dapat Nomor Induk Pegawai (NIP), kalau sudah dapat kita tindak lanjuti, yang sudah penyerahan itu baru Wajo dan untuk provinsi baru Sulsel," katanya.

Ia mengaku, tidak tahu pasti masalah proses penerimaan di kabupaten dan kota. Yang jelas, batas waktu penyerahan berkas hingga 31 desember 2010.
"Kalau penyerahan berkasnya lambat, prosesnya juga lambat karena bukan Sulsel saja yang diproses BKN regional tapi beberapa daerah di timur Indonesia.

Ia mengatakan, proses penerimaan tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau tahun lalu kita tetapkan April, tahun ini agak lebih cepat karena semua persyaratan juga dipenuhi dengan cepat," jelasnya. (T.KR-RY/S016) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar