Berita Terkait
Mamuju (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Sulawesi Barat, menilai, Pulau Karampuang di Kabupaten Mamuju prospek untuk pengembangan sektor parawisata karena memiliki keunikan yang tak kalah menarik dari objek parawisata di provinsi lain.

"Saya kira objek wisata Pulau Karampuang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Hanya saja, potensi itu belum dikenal masyarakat luas hingga mancanegara,"kata Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulbar, Harri Warganegara di Mamuju, Senin.

Menurutnya, untuk menjual potensi parawisata Pulau Karampuang, maka pemerintah harus melakukan promosi sehingga para wisatawan asing tertarik mengunjungi wisata ini.

Namun demikian, sebelum promosi maka yang harus dilakukan adalah melakukan perbaikan infrastruktur parawisata serta pengelolaannya.

"Jika semua pendukung pengembangan parawisata Pulau Karampuang terpenuhi maka upaya harus segera melakukan promosi secara besar-besaran. Memang membangun sektor parawisata membutuhkan invesatsi yang besar. Walau begitu, hasilnya cukup nyata dan bisa menambah bertambahnya pendapatan asli daerah,"katanya.

Bukan hanya itu, majunya parawisata Pulau Karampuang juga akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan perekonomian bagi masyarakat di pulau itu.

Harri yang juga Ketua Kadinda Sulbar ini mengatakan, banyak yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan termasuk penyediaan sarana olahraga ski air dan beberapa jenis sarana pendukung lainnya.

Ia mengatakan, potensi wisata bahari di Pulau Karampuang dengan didukung terumbu karang yang masih lestari menjadi kebanggaan bagi masyarakat di daerah ini.

Potensi lain kata dia, dengan adanya sumur tiga rasa yang dibangun sejak berpuluh-puluh tahun silam juga bisa menjadi daya tarik dan mengundang masuknya wisatawan.

"Sumur tiga rasa atau yang lazim disebut sumur jodoh ini unik. Sumur yang memiliki tiga lobang di sekitar pantai pulau Karampuang ini unik karena masing-masing lobang memiliki rasa yang berbeda yakni agak asing, asing sekali dan tawar,"papar dia.

Karena itu, BUMD juga berencana membangun jembatan yang menghubungkan Mamuju menuju pulau Karampuang dengan panjang sekitar 1500 meter.

"Pembangunan jembatan yang menghubungkan Mamuju ke Pulau Karampuang ini akan didanai oleh investor China. Kita berharap, kerja sama ini bisa terjadi untuk mewujudkan pembangunan jembatan tersebut,"kuncinya. (T.KR-ACO/S016)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar