Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Gowa membentuk Badan Pengelola Museum Istana Balla Lompoa untuk mengelola kawasan cagar budaya tersebut sebagai wisata dan pusat kebudayaan Gowa.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo di Gowa, Rabu, menjelaskan, badan pengelola tersebut merupakan bagian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten yang bertugas mengelola museum sebagai pusat kesenian tradisional.

Badan pengelola akan menggelar pertunjukan kesenian secara rutin bersama-sama lima sanggar yang ada di dalam kawasan itu.

Pada tahap ketiga revitalisasi museum, Istana Balla Lompoa dan Istana Tamalate akan disatukan dengan membangun sebuah lasharan sebagai tempat pertunjukkan.

Selain itu, badan pengelola juga mengatur tugas jaga Pasukan To'Barani atau penjaga kawasan istana.

Pasukan To'Barani yang berjaga di kawasan istana tersebut memakai pakaian khas prajurit Kerajaan Gowa berwarna merah.

Pasukan keamanan yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan warga yang direkrut pemerintah setempat dan dilatih oleh TNI akan melakukan upacara tukar jaga setiap pagi pukul 09.00 Wita dan upacara besar setiap tanggal 17 di setiap bulan.

"Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan wisata di bawah supervisi Kadisbudpar," katanya.

Pada peresmian revitalisasi museum, bupati juga menegaskan, sebagai kawasan cagar budaya, museum ini merupakan aset bangsa, milik umum dan bukan milik perorangan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengingatkan, Istana Tamalate dibangun atas dasar duplikasi persis seperti tertulis di naskah lontara.

Rumah besar tersebut, dibangun menggunakan kayu dari berbagai daerah di Indonesia yaitu, Kalimantan, Papua, Ambon dan Sulawesi sendiri.

Fakta ini menjadi salah satu pembuktian bahwa Kerajaan Gowa merupakan kerajaan besar.

"Kebudayaan dan pendidikan merupakan dua modal besar dalam pembangunan daerah," katanya yang mengapresiasi inisiatif pemerintah kabupaten melakukan pelestarian budaya melalui revitalisasi.(T.KR-RY/Y006)