Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan kesulitan anggaran untuk memenuhi pembangunan dan perbaikan semua jalan kabupaten sampai jalan desa.

"Semua kecamatan dan desa di sana (Enrekang) menuntut diperbaiki jalanannya. Namun harus dipahami bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat terbatas untuk itu. Perlu ada unsur pendanaan lain," kata anggota DPRD Sulsel, Hasanna Lawang di Makassar, Selasa.

Karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang agar jalan yang dibangun diprioritaskan pada kawasan yang tidak pernah tersentuh pembangunan jalan sebelumnya, serta posisinya strategis.

Menurut Hasanna, masalah lain yang muncul saat pertemuannya dengan pimpinan DPRD Enrekang pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) kabupaten, adalah ketidaksingkronan hasil Musrembang dengan APBD.

Karena itu, politisi PKS yang juga berasal dari daerah pemilihan Enrekang menyayangkan hasil Musrembang tidak diakomodir dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD, padahal Musrembang berhubungan erat dengan kepentingan masyarakat.

Ia menyebut, pada APBD Sulsel 2011 terdapat anggaran perbaikan jalan untuk tiga titik di Enrekang yakni satu titik di Kecamatan Curio dan dua titik di Kecamatan Baraka.

"Ada tiga titik tapi kemungkinan tidak tuntas karena anggaran Pemprov juga terbatas. Pelaksanaanya tahun ini, sementara di survei Dinas Bina Marga," tuturnya. (T.KR-AAT/Z002) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar