Makassar (ANTARA News) - Puluhan kendaraan milik perusahaan pembiayaan Adira Finance di Jalan AP Pettarani Makassar dilaporkan bermasalah, menyusul maraknya kasus penggelapan dana angsuran milik nasabah dalam menajemen perusahaan itu.

Pengacara tersangka kasus penggelapan dana nasabah, Hamim Naiem, di Makassar, Selasa menilai, kasus penggelapan dana angsuran bulanan milik nasabah dalam manajemen Adira Finance tidak hanya terjadi sekali.

"Kebobrokan pengelolaan dana nasabah di Adira sudah lama terjadi. Yang jadi korban kasus itu selalu karyawan mereka, padahal tanggungjawab pengelolaan kredit nasabah ada pada manager dan kepala cabang perusahaan itu," kata dia.

Dia mengaku, pihaknya akan menuntut kembali manajemen Adira Finance Pettarani yang seharusnya ikut menjalani proses pemeriksaan dalam kasus dugaan penggelapan dana nasabah senilai Rp600 juta.

"Motor tidak mungkin bisa keluar tanpa persetujuan analisis kredit hingga branch manager (kepala cabang) perusahaan itu," ungkap dia.

Jikapun kliennya dianggap melakukan kesalahan dalam proses pendataan palsu seperti ditudingkan pihak pembiayaan Adira, seharusnya, ini menjadi kesalahan manajemen yang harus di pertanggungjawabkan bersama-sama.

"Kasus ini banyak keanehan. Kami akan tuntut balik Adira," ujarnya.

Dia menyayangkan, laporan perusahaan yang hanya menyudutkan kliennya yang bernama Muhammad Arfah (27), yang menjabat sebagai surveyor dalam perusahaan itu, sedangkan atasannya mulai dari Credit Marketing Head (CMH), Credit Analisis (CA), hingga Branch Manager yang menerima aplikasi pemohon kredit tidak diproses dalam kasus tersebut.

  Karyawan surveiyor Adira Finance Pettarani yang kini ditahan di Kepolisian Sektor (Polsek) Panakukang dilaporkan telah menggelapkan uang angsuran sekitar 50 motor pada 24 Februari 2011. T.KR-HK/M019) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar