Berita Terkait
Makassar (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan Arifuddin Dahlan mengatakan, Direksi PLN Sulawesi Selatan Barat belum membayar tunggakan Pajak Air Permukaan kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Gowa.
di Bendungan Bili-Bili dari 2007-2009.  

"Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gowa sudah dua kali menyurat ke PLN namun belum juga dibayar," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Sulsel, Arifuddin Dahlan menjawab pertanyaan Komisi C DPRD Sulsel saat rapat monitoring di Makassar, Jumat.

Tunggakan Pajak Air Permukaan (PAP) atas besarnya kapasitas penggunaan air untuk pembangkit listrik masuk dalam struktur pendapatan Sulsel pada APBD 2011. Bersama PAP dari PT Inco Tbk di Luwu Timur yang nilainya Rp78 miliar.

Sepanjang 2010, PLN Sulawesi Selatan Barat (Sulselrabar) berkewajiban membayar sekitar Rp5 miliar PAP kepada Pemprov Sulsel.

Sekretaris Komisi DPRD Sulsel, Ariady Arsal, mengatakan pihaknya akan memanggil direksi PLN Sultanbatara untuk menjelaskan itu.

Pada Desember 2010, Komisi C menyoroti Dispenda Sulsel yang lemah mencari sumber-sumber PAD, salah satu penyebabnya karena tidak menyurat ke PLN Sulselrabar.

Saat itu, Manajer PLN Sulselrabar Bidang Perencanaan, Nurjaya Amran, saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Sulsel, mengatakan akan membayarkan semua PAP Bili-bili, setelah ada surat dari Dipenda.

"Tidak masalah bagi kami, kirim surat kepada kami secepatnya, kita selesaikan sebelum akhir tahun," jelasnya.

PLN juga sepakat pola pembayaran PAP di 2011 tidak lagi dilakukan per triwulan, tetapi dilaksanakan setiap bulan.(T.KR-AAT/Z002)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar