Benih Kentang Rekomendasi LIPI Digemari Petani Malino

GOWA, SULSEL - IPTEKDA LIPI. Kunjungan Sekertariat IPTEKDA LIPI di Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu,(21/5).(FOTO ANTARA/Hendra Nick Arthur)

Berita Terkait
Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Benih kentang yang telah direkomendasikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) cukup digemari petani yang bermukim di kawasan agrowisata Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sekretariat Iptekda LIPI, Harles Nababan saat melakukan kunjungan di Kabupaten Gowa Sulsel, Sabtu, mengaku cukup puas dengan hasil penelitian yang dilakukan peneliti kultur jaringan dari Labiota Farm Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Kami sangat senang karena hasil penelitian yang telah mendapat bantuan dan rekomendasi dari LIPI cukup diminati petani Malino. LIPI sudah lama bekerjasama dengan hampir seluruh perguruan tinggi termasuk Unhas," kata dia.

Benih yang telah dikembangkan peneliti dari Unhas, lanjut dia, telah banyak dimanfaatkan petani di Malino. Bahkan beberapa petani yang awalnya hanya menanam komoditas tanaman sekarang sudah mulai menjadi penangkar benih yang dikembangkan peneliti dari Unhas.

"Kami berharap hasil-hasil penelitian seperti ini bisa dinikmati masyarakat lainnya yang ada di Sulsel. Sehingga kualitas tanaman mereka bisa membawa kesejahteraan karena ditunjang dengan produksi yang diterima di pasar dengan harga layak," ucap dia.

Peneliti Pertanian Unhas, Dr Ir Baharuddin dalam kesempatan itu mengatakan, laboratorium pertanian yang ditempatkan di daerah ketinggian Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel sudah cukup banyak menghasilkan benih yang bisa menambah tingkat produktifitas tanaman kentang masyarakat daerah tersebut.

Bahkan, kata dia petani kentang di daerah itu tidak hanya memproduksi tanaman yang hidup di daerah ketinggian itu saja tetapi beberapa diantaranya telah mencoba melakukan penangkaran benih yang berkualitas untuk peningkatan kesejahteraan mereka.

"Petani disini sekarang sudah membentuk asosiasi penangkaran benih. Pendapatan mereka tidak hanya diperoleh dari produksi kentang saja, tetapi penangkaran benih yang mereka lakukan cukup memberikan pendapatan yang baik," ucap dia.

Kepala Pusat Kegiatan Penelitian Bioteknologi Pertanian Unhas ini, mengaku, petani penangkar benih yang ada di daerah Tinggi Moncong, Malino telah memperoleh bantuan dari pemerintah masing-masing gudang penyimpanan benih.

"Ada sekitar 28 petani yang sudah memperoleh bantuan tempat penyimpanan dari pemerintah dan semuanya sudah dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi tanaman kentang di daerah ini," ujar dia.

Hasil penelitian budidaya benih kentang yang telah dikembangkan daerah itu, telah memberikan kontribusi yang cukup baik bagi petani di kawasan itu karena masyarakat Malino tidak lagi memiliki ketergantungan dengan benih berkualitas yang selama ini didatangkan dari daerah Jawa Barat. (T.KR-HK/Z002) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar