Makassar (ANTARA News) - Meskipun Pemerintah Kota Makassar akan melepas program pendidikan gratis diganti subsidi penuh, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar tetap mengratiskan pendidikan.

"Tetap kita akan mengratiskan di tingkat SD dan SMP dengan pembayaran mengunakan petunjuk teknis dari dana Operasional Sekolah (BOS)," kata Kepala Disdik Kota Makasar, Mahmud BM di Makassar, Kamis.

Menurut dia, dana BOS senilai Rp94 miliar, sudah dicairkan Rp40 miliar lebih yang disalurkan kepada sekolah yang membutuhkan. Kecuali Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI), Unggulan, dan Swasta ternama, baik ditingkat SD, SMP maupun SMA/SMK tidak mendapat subsidi atau tetap dibayar.

Ia mengungkapkan, penerimaan siswa baru SD, SMP dan SMA/SMK masih menunggu hasil Ujian Nasional. Sementara untuk penerimaan siswa SMP dan SMA agar masuk sekolah RSBI, Sekolah Unggulan dan Sekolah Standar Nasional (SSN) serta Sekolah reguler tetap mengikuti mekanisme dan dikenakan biaya karena tidak disubsidi.

"Di sekolah RSBI tingkat SMP tidak ada biaya pendaftaran, tetapi hanya biaya psykotes Rp150 ribu sebagai salah satu syarat dan dibayar ke pihak sekolah, bukan penyelenggara psikotes. Kalau di tingkat SMA/SMK tetap dibayar pendaftaran plus Psikotesnya, sebab itu tidak disubsidi," ujarnya.

Selain itu, untuk dana subsidi BOS ditingkat SD per orang mendapat jatah Rp1,05 juta/siswa/tahun, kemudian SMP Rp1,75 juta/siswa/tahun.

"Sekolah RSBI yang dipunguti biaya psikotes seperti, SMP 12, SMP 6, SMA 1 dan SMA 17. Untuk unggulan dan sekolah reguler (swasta ternama) tetap dikenakan biaya pendaftaran, diluar dari itu gratis" ucapnya.

Ketua Komisi D Bidang Kesra, Nuryanto G Liwang menyatakan dana bos harus disalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Sebab, Dana Bos tersebut diperuntukkan kepada sekolah dengan kondisi siswa ekonomi menengah ke bawah.

"Salah satu kasus yang terjadi di SD Minasaupa, ternyata kepala sekolahnya diduga korupsi dana Bos dengan tidak menyalurkan ke siswa. Kami terima laporan para guru di sana, makanya kita panggil dinas terkait untuk bagaimana jalan keluarnya," ujarnya. (T.KR-MH/F003)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar