Makassar (ANTARA News) - Seorang Narapidana tewas di Rumah Tahanan kelas I Gunung Sari Makassar, Sulawesi Selatan, diduga karena tidakan kekerasan.
Kahar (31) ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka robek di bibir bawah kanan, dengan wajah dan dada penuh lumuran darah di Blok Anak kamar 4, Selasa malam (31/5). Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar akibat kekurangan darah.
"Kami belum terima laporan terkait adanya korban tewas di Rutan dan saat ini masih mencari informasi soal motif dibalik kematian Kahar," kata Kapolsek Rappocini, AKP Herman, saat dikonfirmasi, Kamis.
Kepala Hubungan Masyarakat Rutan Kelas I Gunung Sari Makassar, Muhammad Ilyas ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia membantah luka yang dialami korban dengan berakhir kematian bukan berdasar pada tindakan kekerasan dan penganiyayaan rekan sesama napi di tahanan.
"Kahar ditemukan rekan sekamarnya tiba-tiba jatuh tersungkur di lantai dan langsung tidak sadarkan diri. Akibatnya, luka disekujur wajah dan dada berlumuran darah. Setelah kejadian itu, langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara, jadi tidak ada penganiayaan," tutur dia, namun enggan menyebut siapa rekan sekamar Almarhum.
Dia menambahkan, saat diserahkan kepada keluargan almarhum sejak malam kejadian telah ditawari untuk dilakukan visum, namun, pihak keluarga menolak dengan alasan tidak manusiawi dan pribadi, tambahnya.
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, AKP Mauluddin membenarkan kejadian tersebut bahwa salah satu napi di Rutan kelas I Gunung Sari Makassar tewas. Akan tetapi terkait dengan dugaan kekerasan dan penganiyaan kata dia, informasi masih semantara dihimpun, termasuk data dan hasil visum korban.
"Saya juga sudah disampaikan oleh anggota di Rumah sakit bahwa ada napi meninggal,
kalau terkait kekerasan saya belum tahu dan sementara ini masih menunggu informasi
selanjutnya," kata dia.
Kahar diketahui menjalani kasus penganiayaan pasal 352 KUHP divonis satu tahun delapan
bulan dan baru menjalani 10 bulan dua hari. Pihak keluarga menduga kematian tersebut akibat tindak kekerasan dan penganiyayaan sesama tahanan. (T.KR-HK/F003)
Napi Tewas di Rutan Makassar
COPYRIGHT © 2011
Baca Juga
- Sulsel Memerlukan Tenaga Apoteker
- Gubernur : Dua Juta Sepeda Motor Picu Kemacetan
- Generasi Muda harus Memiliki Pola Pikir Wirausaha
- Mapan Targetkan 1.000 Wirausaha Muda di Sulsel
- Atlet Sulsel Berpeluang Perkuat Indonesia
- Sulsel Batal Berlaga di Kejuaraan Internasional
- Sulsel Fokus Hadapi Kejurnas Piala Mendagri
- Azis Harapkan Pilgub Sulsel tidak Curang

















