Mamuju (ANTARA News) - Angka kematian ibu melahirkan di Provinsi Sulawesi Barat menurun menjadi 44 kasus pada 2010 dibandingkan dengan 2009 yang tercatat 55 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr Indahwati Nursyamsi di Mamuju, Sabtu, mengemukakan, meski angka kematian ibu (AKI) melahirkan menurun pada 2010, tetapi jajarannya tidak lantas berpuas diri karena persoalan AKI melahirkan ini berpeluang kembali meningkat apabila tidak dilakukan langkah antisipasi.

Menurut dia, kasus kematian ibu melahirkan disebabkan rendahnya kesadaran mereka untuk memeriksakan diri ke tempat layanan medis serta jarak kelahiran anak yang tidak teratur secara optimal.

Ia mengemukakan, secara nasional lebih dari enam di antara 10 ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan empat kali atau lebih selama masa hamil, sebagaimana menjadi kebijakan program kesehatan ibu di Indonesia.

"Pemeriksaan ibu hamil di Sulawesi Barat berada di bawah rata-rata nasional," katanya.

Wanita yang tinggal di perkotaan di Sulbar melakukan kunjungan lebih baik dibandingkan ibu yang tinggal di pedesaan. Hal serupa juga terjadi di tingkat nasional.

Indahwati mengemukakan, AKI melahirkan sebanyak 44 kematian setiap 1.000 kelahiran masih mencemaskan, sehingga perlu perhatian semua pihak untuk mengatasi masalah tersebut.

Dikatakannya, sekitar 60 persen ibu hamil melakukan persalinan di rumah sehingga tidak jarang ada yang mengalami kematian akibat terjadi komplikasi dalam proses melahirkan.

"Jika persalinan di rumah menghadapi masalah komplikasi atau terjadi pendarahan maka ini menjadi pemicu bertambahnya kasus AKI melahirkan," terangnya.

Karena itu, kata dia, masyarakat hendaknya tetap melakukan kontrol kesehatan ke bidan di pusat pelayanan kesehatan secara rutin guna menghindari kasus yang tidak dikehendaki. (T.KR-ACO/N002) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar