MAKASSAR, SULSEL - BERSIHKAN KANAL. Sejumlah pasukan TNI Ad membersihkan kanal di Baeng-baeng Makassar, Sulsel, Selasa (21/6). Kodam VII/Wirabuana mengerahkan pasukannya untuk membersihkan kanal dari sampah guna mencegah terjadinya pendangkalan kanal saat musim kemarau dan mencegah terjadinya banjir saat musim hujan. (FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
"Karya Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT Kodam VII/Wirabuana diperingati dengan cara membersihkan kanal dan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa hidup bersih," ujarnya saat melakukan pemantauan disemua titik bersih kanal Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, bersih kanal ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Makassar untuk memperindah kota dan membersihkan semua sampah yang banyak mengotori kanal.
Bersih kanal ini meliputi, Kanal Banta-bantaeng, Kanal Stadion Mattoanging, Mesjid Al Markas Al Islami, GIPB Mangamaseang, Monumen Mandala, Pura Giri Nata, Pantai Losari, Taman Makam Pahlawana (TMP) Panaikang dan kanal Benteng Rotterdam Makassar.
"Jadi dalam bersih kanal ini sedikitnya sembilan titik sudah kami cover untuk dibersihkan. Kita harapkan semuanya bisa selesai dalam sehari ini dan menciptakan suasana Kota Makassar yang bersih," katanya.
Menurutnya, kegiatan karya bakti seperti ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial terbatas (Binterpas) satuan. Sehingga setiap kegiatan di wilayah binaan satuan menjadi bagian dari tugas.
"Setiap kegiatan yang mengarah pada kepentingan masyarakat harus mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat, dengan melibatkan diri dan menjaga apa yang telah dikerjakan agar kegiatan tersebut menjadi program yang berhasil," urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Muhammad Kasim mengaku senang dengan adanya kerjasama antara Pemerintah Kota Makassar dengan unsur TNI.
Adanya kerjasama ini, beban pemerintah bisa teratasi untuk menciptakan Kota Makassar yang bersih dan sehat. Meskipun kegiatan yang dilaksanakannya berlangsung sehari, namun dengan dukungan dari 4.000 personel TNI dianggapnya lebih dari yang ada dalam benaknya untuk menciptakan Kota Makassar yang sehat.
"Intinya kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa hidup dengan cara yang bersih dan teratur. Perubahan pola pikir adalah hal utama, jika itu sudah dilaksanakan maka bisa dipastikan akan tercipta Kota Makassar yang sehat dan rapih," katanya. (T.KR-MH/K005)

















