Makassar (ANTARA News) -   The Australian Goverment's overseas aid (AusAID) mengajukan penawaran program pelayanan air bersih dan sanitasi lingkungan di empat kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kota-kota itu adalah Makassar, Maros, Gowa dan Takalar, kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang di Makassar, Kamis.

Menanggapi tawaran ini, Wakil Gubernur menyarankan agar AusAID melakukan kajian program di kabupaten dan kota selain Makassar, Maros, Gowa dan Takalar.

Karena keempat daerah tersebut, katanya, sudah dalam proses pengembangan bersama Japan Internasional Coorporation Agency (JICA) yaitu kota metro Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) yaitu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah seluas 100 hektare, Instalasi Pengembangan Air Limbah (IPAL), program "Go Green" serta kawasan kota baru yang dibangun di sebelah timur Kota Makassar.

"Kita usulkan ditempat lain seperti Kabupaten Jeneponto atau Pangkep," ujarnya yang menambahkan saran agar tim program USAID melengkapi data-data yang dibutuhkan ke dinas-dinas terkait.

Sebelumnya, The Australian Goverment's overseas aid (AusAID) juga pernah mengungkapkan hasil penelitiannya, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Nipa-Nipa yang dibangun sejak 1978 perlu direvitalisasi dan didukung dengan IPAL Losari, Pampang, Maccini Sombala dan Lembo untuk mengatasi persoalan sanitasi dan pembuangan dan pengelolaan limbah di Kota Makassar.

Koordinator peneliti Indonesian Infrastructure Initiative (IndII) AusAID Matthew mengatakan, dari hasil survei diketahui fasilitas sanitasi yang dibangun awal 2.000 banyak yang tidak optimal lagi fungsinya dan tidak terintegrasi dalam jaringan yang lebih besar. (T.KR-RY/F003)