Makassar (ANTARA News) - Tim Sepakbola Sulawesi Selatan menyatakan Sulawesi Tenggara terbukti menggunakan pemain bermasalah sehingga layak didiskualifikasi dari babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pelatih Sepakbola Sulsel Ali Baba, di Makassar, Jumat, mengatakan, pihaknya telah mempunyai bukti yang memastikan bahwa dua pemain yang tampil membela Sultra di babak Pra PON menggunakan ijazah palsu dan melakukan pencurian umur.

"Kami memegang bukti bahwa kedua pemain yang memperkuat Sultra memang bermasalah. Saya kira Sultra sudah seharusnya digugurkan dari Pra PON," jelasnya.

Mantan pemain PSM itu menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan protes ke PSSI terkait persoalan itu. Pihaknya berharap PSSI dapat memberikan keputusan yang tegas sehingga tidak terulang di masa mendatang.

Selain itu, pihaknya juga melihat keputusan Sultra menurunkan pemain bermasalah telah mencederai jiwa sportifitas sehingga layak mendapat sanksi dari PSSI.

"Bagaimana sepakbola kita bisa maju jika hal seperti ini saja masih tidak dipatuhi. Kami berharap PSSI bisa bersikap bijak agar persoalan seperti itu tidak terulang," katanya.

Menurut Ali Baba, kejadian tersebut bukan hanya berdampak buruk bagi Sulsel namun berlaku juga bagi tim lain. Salah satu kerugian yang diderita tentu saja persoalan dana.

Tim Sulsel juga menyayangkan keputusan PSSI yang baru akan membahas persoalan itu setelah kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Solo, Jawa Tengah, 9 Juli 2011.

"Seharusnya kejadian seperti itu bisa diselesaikan lebih cepat sehingga tidak membuat bingung. Kita juga tidak perlu bolak-balik yang justru membuat biaya yang dikeluarkan lebih besar," ujarnya. (T.PSO-283/F003)