"Selama ini saya tidak pernah berseberangan dengan pak Anwar Adnan Saleh yang akrap disapa AAS. Isu ini hanya dihembuskan oleh orang-orang terdekat beliau. Jika tidak percaya bisa ditanya langsung mengenai hubungan kami berdua,"kata Asri.
Ia menyampaikan, dirinya selama ini banyak mengkritiki kebijakan gubernur sebagai anggota DPD RI tersebut itu masih lumrah dan wajar-wajar saja.
Dia menyampaikan, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang masuk ke Sulbar sudah menjadi tugas DPD untuk melakukan pengawasan.
"Saya berteriak mengkritiki pak Anwar karena sentimen dari orang terdekat gubernur. Mungkin saja orang-orang yang negatif tingkin tersebut menganggap bahwa saya ingin mendapatkan proyek yang ada di Sulbar,"kata dia.
Asri mengemukakan, dirinya selama ini melakukan kritik bukan karena ingin mendapatkan proyek dan itu sudah menjadi tugas anggota DPD untuk mengawasi dana APBN yang masuk ke Sulbar.
"wartawan bisa mengecek apakah selama ini saya memiliki kepentingan mengurus proyek APBN yang masuk ke Sulbar dan hal itu juga bisa ditanyakan langsung ke pak gubernur,"kata dia.
Mengenai arah dukungannya di pilgub, Asri secara gamblang menyatakan dukungannya terhadap pak Anwar karena dinilai telah berhasil membawa provinsi ini jauh berkembang.
"Saya menilai pak Anwar masih dianggap perlu untuk meneruskan kepemimpinannya lima tahun kedepan. Apalagi, saya selaku kader partai demokrat yang telah mendapat persetujuan DPP maka wajib untuk mendukungnya,"ungkapnya.
Karena itu kata Asri, ia bertekad akan kembali berjuang untuk bersama-sama memenangkan pilgub Sulbar kepada pasangan AAS-Aladin yang akan berlangsung 10 Oktober itu. (T.KR-ACO/M027)

















