Makassar (ANTARA News) - Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan mendesak PSSI segera mengeluarkan hasil babak kualifikasi sepak bola Pekan Olahtaga Nasional.

Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya segera menjalankan sejumlah agenda "Sulsel Maju" sebagai persiapan menghadapi PON XVIII Riau 2012.

"Kalau keputusan hasil belum dikeluarkan tentu akan mempengaruhi agenda yang segera kami jalankan. Kami harap keputusan soal sepak bola bisa segera diselesaikan," jelasnya.

Menurut Nukhrawi, keputusan siapa yang lolos Pra-PON untuk wilayah Sulawesi memang masih belum dipastikan. Maklum, babak kualifikasi yang seharusnya sudah menentukan pemenang terpaksa terhenti akibat terjadi kericuhan.

Pihaknya juga mengaku belum mengetahui peluang Sulsel yang pada babak kualifikasi berada di posisi runner-up Grup D Wilayah Sulawesi. Untuk juara grup diraih tuan rumah Sulawesi Tenggara.

"Protes yang dilayangkan Sulsel terkait kisruh Pra-PON hingga kini belum kami ketahui. Namun untuk urusan itu sebenarnya tanggung jawab pengrov untuk mengeceknya," katanya.

Sebelumnya, Pelatih Sepakbola Sulsel Ali Baba mempertanyakan sistem penilaian yang diterapkan PSSI. Alasannya, saat ini muncul dua opsi untuk menentukan siapa tim yang berhak lolos ke PON XVIII Riau 2012.

Opsi pertama,  tim yang lolos dari grup masing-masing akan kembali saling berhadapan dengan grup lain dari Wilayah Sulawesi. Sedangkan opsi kedua menurut kabar akan ditentukan melalui posisi klasemen akhir setiap grup.

Pada babak kualifikasi PON, Wilayah Sulawesi memang terbagi atas dua grup. Tiga tim yakni Sulsel, Sulbar dan Sultra yang bertindak selaku tuan rumah tergabung dalam Grup D. Sementara tiga lainnya yakni Sulut, Sulteng dan Gorontalo berada di Grup C.

Mantan pemain PSM itu menjelaskan, jika opsi pertama yang dipilih tentu Sulsel yang berada diposisi kedua dibawah Sultra akan bertemu juara Grup C dan begitupun sebaliknya.

Namun jika opsi kedua, maka peluang Sulsel untuk tampil di PON 2012 dipastikan tertutup karena hanya berstatus runner-up.

"Dalam rapat lalu memang kami sepakati menggunakan sistem silang, namun belakangan tersiar kabar jika yang lolos itu hanya juara grup, inilah yang membuat kami bingung," ujarnya. (T.PSO-283/F002)