Palu (ANTARA News) - Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) mengancam menindak tegas distributor dan pengecer "nakal" yang terbukti menimbun stok sembako atau menaikkan harga jual secara sepihak.

"Kami tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada distributor dan pengecer yang melakukan tindakan tak terpuji itu," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Sulteng, Mohammad Hadjir Hadde, di Palu, Selasa.

Karenanya, Hadjir meminta kepada semua distributor dan pengecer sembako yang ada di daerahnya untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Dinas Perindagkop dan UMKM Sulteng sendiri terus melakukan pemantauan terutama mengenai harga berbagai jenis kebutuhan pokok masyarakat baik di tingkat distributor maupun pabrik.

Dengan demikian, katanya, distributor dan pengecer tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual, kecuali jika harga di tingkat pabrik mengalami kenaikan maka mereka tidak dilarang melakukan penyesuaian.

"Silahkan menyesuaikan harga, kalau memang harga di tingkat pabrik dan distributor naik," katanya, seraya menambahkan tetapi dalam menyesuaikan harga itu harus secara rasional dan wajar.

Menurut dia, sanksi yang dapat dijatuhkan kepada distributor dan pengecer yang menaikkan harga secara sepihak atau menimbul stok adalah pencabutan surat izin usaha perdagangan (SIUP).

Hadjir juga mengatakan, Dinas Perindagkop di kabupaten dan kota dalam wilayah Sulteng tetap melakukan inspeksi mendadak ke gudang distributor, serta pasar, toko, dan pasar swalayan yang ada.

Inspeksi mendadak itu dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan harga dan posisi stok berbagai barang kebutuhan masyarakat, selain untuk memastikan tidak ada penimbunan.

Hadjir mengajak masyarakat Sulteng untuk tidak melakukan aksi borong barang kebutuhan tertentu, karena tindakan semacam ini bisa memicu kenaikan harga di pasaran.

"Tidak perlu khawatir sebab stok berbagai kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan lebaran dijamin mencukupi kebutuhan," katanya. (T.BK03/R015) 


Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar