MAMUJU, SULBAR - Ketua Harian Partai golkar Sulbar, H Suhardi Duka (tengah), Ketua DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kanan) dan calon gubernur Incumbent, Anwar Adnan Saleh (kiri) membacakan naskah dukungan 29 partai politik pada acara acara deklarasi Anwar Adan Saleh dan Aladin S Mengga yang dilaksanakan di lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Selasa (26/7) (FOTO ANTARA/Aco Ahmad)
"Partai Golkar mencalonkan kembali Anwar Adnan Saleh sebagai calon gubernur berpasangan dengan Aladin sebagai calon wakil gubernurnya di pilkada Sulbar untuk yang kedua kalinya, salah satunya karena Anwar Adnan Saleh dipastikan akan memenangkan Pilkada Sulbar," katanya pada acara deklarasi pasangan AAS di Mamuju, Rabu.
Acara Deklarasi Pasangan AAS dihadiri sejumlah tokoh pengurus partai nasional, diantaranya pengurus DPP Partai Golkar sebagai partai pengusunnya, yakni Nurdin Khalid dan Ibnu Munzir, selain itu juga dihadiri Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah.
Deklarasi pasangan AAS dihadiri pengurus sekitar 29 parpol pengusungnya, yang tujuh partai diantaranya adalah partai yang memiliki kursi di DPRD Sulbar yakni Partai Golkar, PDIP, PPP, PKS, PKPB, PDS dan Hanura, deklarasi itu dihadiri sekitar 25000 kader dan simpatisan pendukunnya.
Ical mengatakan, sesuai hasil survei yang dilakukan partai Golkar, Anwar Adnan Saleh yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar dan masih menjabat sebagai Gubernur Sulbar, lebih unggul dengan selisih angka sekitar 35 persen dibandingkan kandidat lainnya apabila bertarung kembali di Pilkada Sulbar untuk yang kedua kalinya.
Ia tidak menyebutkan besaran survei yang dihasilkan pasangan AAS tersebut kecuali menyatakan bahwa target kemenangan pasangan AAS akan mencapai 60 persen dan unggul dibandingkan kandidat lainnya.
"Golkar mengusung pasangan AAS di Pilkada Sulbar dengan target menang karena AAS yang memiliki tingkat elektibilitas tinggi dengan perolehan suara yang ditargetkan mencapai 60 persen," katanya.
Menurut dia, alasan lainnya Golkar mencalonkan pasangan AAS di Pilkada Sulbar karena pasangan AAS berhasil membangun Provinsi Sulbar sehingga mengalami kemajuan dan perkembangan yang cukup pesat.
"Tidak ada daerah di Indonesia seperti Sulbar sebuah daerah baru yang paling bungsu terbentuk menjadi Provinsi, tetapi mampu mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, mengalahkan Provinsi lainnya yang sudah lebih dahulu terbentuk menjadi Provinsi," katanya.
Ia mengatakan, Sulbar mengalami perkembangan pesat dimasa kepemimpinan Anwar karena setelah memimpin Sulbar sejak lima tahun yang lalu, Sulbar telah berhasil membangun sejumlah infrastruktur diantaranya membangun jalan hingga jalan nasional di Sulbar sekitar 577 kilometer hingga menjadi mulus dilalui masyarakat yang akan mendistribusikan hasil ekonominya.
Begitu juga kata dia, dengan sarana infrastruktur lainnya seperti bandara kini telah memadai karena landasan pacunya telah bertambah dari sekitar 60 meter menjadi 2.250 meter, kemudian pelabuhan laut dengan panjang dermaganya telah mencapai 160 meter. (T.KR-MFH/B013)

















