Makassar (ANTARA News) - Tim Sulawesi Selatan memutuskan bertemu langsung pihak PSSI untuk membahas soal penggunaan ijazah palsu pemain Sulawesi Tenggara di Pra PON, beberapa waktu lalu.

Pelatih Sepak bola Sulsel Ali Baba, di Makassar, Senin, mengatakan bahwa perwakilan tim yang akan bertemu PSSI antara lain Kadir Halid (Ketum PSSI Sulsel), Fandi (Bendahara) serta Burhanuddin sebagai Manajer Tim Sulsel.

"Ketiganya akan berangkat besok (Selasa) dan bertemu Komisi Disiplin PSSI yang baru terbentuk. Mudah-mudahan hasil pertemuan nanti sesuai yang kita harapkan bersama," jelasnya.

Mantan pemain PSM itu menjelaskan, ketiganya akan kembali membawa sejumlah dokumen yang akan dijadikan bukti bahwa apa yang diperjuangkannya memang benar dan tidak mengada-ada.

Melalui sejumlah bukti yang dimiliki, kata Ali, membuat pihaknya merasa yakin bahwa protes yang dilakukan akan dikabulkan yakni dengan mendiskualifikasi tim Sultra.

"Kita memiliki bukti berupa ijazah palsu dari salah satu pemain Sultra. Kami sangat berharap agar apa yang kita perjuangkan bisa berbuah manis," katanya.

Sementara Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, meminta agar PSSI bisa bersikap adil dan profesional dalam menyelesaikan masalah ijazah palsu.

Menurut Nukhrawi, PSSI yang telah berkomitmen menjunjung tinggi sportifitas juga sudah seharusnya mengedepankan sikap profesional tanpa didasari keinginan balas dendam atas kejadian masa lalu.

"Kita sangat berharap sepak bola kita bisa tampil di PON 2012. Makanya kami meminta agar persoalan ijazah palsu harus diputuskan secara adil dan profesional," ujarnya. (T.PSO-283/T009)