"Tashan adalah kader Golkar yang seharusnya tidak membelot dari partai Golkar di Pilkada Sulbar, dengan maju sebagai calon wakil gubernur," kata Nurdin Halid yang juga koordinator pemenangan pemilu Partai Golkar wilayah Sulawesi di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, seharusnya Tashan dapat menerima dengan lapang dada dirinya yang kalah survey untuk dijadikan pendamping Anwar Adnan Saleh sebagai calon gubernur yang diusung Golkar di Pilkada Sulbar.
Menurut dia, Tashan sebagai kader Golkar yang duduk di DPRD Sulbar, harusnya menerima sikap Anwar Adnan Saleh yang lebih memilih berpasangan dengan Aladin S Mengga (AAS) sebagai calon wakil gubernurnya.
AAS maju di pilkada Sulbar bernomor urut dua didukung tujuh partai yakni Golkar, PDI Perjuangan, PKS, PPP, PKPB, PDS dan Hanura
Oleh karena itu, ia menyebut Tashan Burhanuddin tidak beretika karena maju berpasangan dengan Ali Baal Masdar sebagai cagub cawagub bernomor urut satu dengan didukung tiga partai yakni Gerindra, PDK, dan PNI Marhaenis karena tidak menghargai keputusan partai.
Mestinya kata dia, Tashan menerima AAS sebagai cagub cawagub yang diusung Golkar karena dirinya sudah dihargai dengan turut disurvey Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Golkar sebagai cawagub pendamping AAS.
Sehingga ia mengatakan, dirinya akan memberikan sanksi tegas kepada Tashan Burhanuddin yang tidak ikut mendukung instruksi partai Golkar dengan mendukung AAS di Pilkada Sulbar, sanksi yang akan diberikan sesuai aturan yang ada diinternal partai Golkar. (T.KR-MFH/F003)

















