Makassar (ANTARA News) - Head of Engineer PT Semen Tonasa, Tbk Ridwan Purnomo mengatakan, sekitar 30 persen anggaran produksi PT Semen Tonasa digunakan untuk membiayai sumber energi.

"Perusahaan semen baik Semen Tonasa maupun Bosowa, rata-rata 30 persen biaya produksinya tergantung dari energi, karena itu untuk efisiensi dicari sumber energi alternatif," kata Ridwan pada acara Pekan Efisiensi Energi di Makassar, Selasa.

Menurut dia, dengan adanya efisiensi energi, maka selain dapat menghemat penggunaan energi yang berasal dari fosil yang tidak terbaharui, juga akan membantu keuangan perusahaan untuk menekan biaya produksi.

Dia mengatakan, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pangkep, Sulsel tersebut telah mendapatkan penghargaan tertinggi, karena berhasil menjadi perusahaan terbaik yang memanfaatkan sumber energi alternatif pada 2010 di tingkat ASEAN.

"Tonasa sudah menggunakan sumber energi alternatif berupa sekam dari padi dan cangkang biji mete serta serbuk gergaji," katanya.

Dari pemakaian energi alternatif tersebut, lanjut dia, sudah mampu menyubstitusi pemakaian bahan bakar batu bara sekitar lima hingga 10 persen. Dari pemakaian energi alternatif tertinggi tercatat sekitar 6.000 ton sekam per bulan.

Menurut dia, ketersediaan sumber energi alternatif itu cukup dipengaruhi oleh faktor musim panen dari sektor pertanian, namun itu tidak menjadi halangan untuk menekan penggunaan energi fosil.

"Penggunaan tiga jenis sumber energi alternatif itu bahkan memberikan dampak positif bagi para petani, karena dapat membantu memutar perekonomian rakyat," katanya.

Ke depan perusahaan semen tertua di Kawasan Timur Indonesia ini, lanjut dia, apabila sudah ada sumber energi alternatif yang berkelanjutan, maka perusahaan ini siap menginvestasi satu peralatan yang menyubtitusi kebutuhan energi batu bara.(T.S036/S016)