Pelengseran dilakukan melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa dan memilih secara aklamasi Ilham Noer Toadji sebagai penggantinya di Makassar, 8 Otober 2011 lalu.
Ilham Noer Toadji di Makassar, Rabu, mengatakan, dirinya dipilih sebagai Ketua PSSI Sulsel dalam Musdalub itu, bukan keinginan sendiri, tetapi desakan 17 dari 24 Pengcab PSSI kabupaten/kota yang ada di daerah ini.
Meski begitu, anggota DPRD Sulsel dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini mengatakan, akan memulai bekerja dan menganggap jabatannya sah saat keluar Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum PSSI.
Politisi asal tanah Luwu ini yakin tim yang memilihnya di Musdalub akan bertanggungjawab sampai SK dari PSSI pusat keluar.
Meski belum mau bekerja tanpa SK, Ilham Noer Toadji berjanji akan mengembalikan kejayaan Sepak Bola di Sulsel seperti era Ramang.
Ia mengatakan, punya modal 12 tahun mengurus klub Sepak Bola di perusahaan pribadinya, serta pernah menjabat Wakil Ketua I dan pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Sulsel akhir 2007 lalu.
Sementara, Kadir Halid yang adik kandung mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, mengatakan Musdalub yang mengatasnamakan utusan Pengcab-pengcab yang ada di Sulsel itu ilegal.
Kadir yang sama-sama dengan Ilham Noer Toadji anggota DPRD Sulsel mengatakan, peserta Musdalub tidak memiliki mandat.
Politisi Golkar ini menyebut Musdalub itu tidak memiliki dasar hukum karena tidak mengacu pada aturan di dunia persepakbolaan yakni Statuta PSSI.
Pengcab melengserkan Kadir Halid dengan dalih, baru pada kepengurusannya, tim Sepak Bola Sulsel gagal lolos ke PON. (T.pso-099/F003)

















