Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan pemerintah kabupaten dan kota yang terkait pembangunan perkeretaapian di Sulsel telah merampungkan naskah kesepahaman.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Masykur A.Sulthan di Makassar, Jumat mengatakan, rapat finalisasi naskah kesepahaman bersama pembangunan perkeretaapian di Sulsel pada dua lintasan yaitu Makassar, Maros, Sungguminasa Takalar (Mamminasata) dan lintasan Makasar-Parepare berisi tentang tahapan pekerjaan dan pembagian tanggung jawab antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota.

"Kesepahaman ini turunan dari naskah kesepahaman bersama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sulsel. Semuanya sudah siap, intinya penetapan jaringan sudah rampung sekitar April 2012, langkah penyiapan lahan bisa dimulai pada 2012 dan rencana pembangunan konstruksi 2013, kalau seluruh prosesnya berjalan lancar," jelasnya.

Pembebasan lahan untuk pembangunan rel, stasiun dan infrastruktur pendukung lainnya akan ditanggung bersama provinsi serta kabupaten dan kota.

Soal besaran anggaran yang harus ditanggung provinsi dan kabupaten akan diatur selanjutnya setelah "detail enginering design" (DED) rampung dan perencanaan jaringan ditetapkan.

Rencana pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare dirancang melalui pesisir pantai sepanjang 136,3 kilometer dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar hingga Pelabuhan Kota Parepare berdasarkan hasil studi kelayakan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sulsel dengan perkiraan anggaran rel mencapai Rp30-40 miliar per kilometer.

Sementara pembangunan kereta api penghubung kawasan kota baru Mamminasata merupakan kereta api jenis komuter yang lebih kecil dan diperkirakan biaya pembangunan rel per kilometernya sebesar Rp20-30 miliar. 
(T.KR-RY/S016)