Makassar (ANTARA News) - Pembangunan rel kereta api di Sulawesi Selatan masih terkendala pembebasan lahan sepanjang Kota Makassar ke Parepare.
"Salah satu upaya percepatan dan perluasan pembangunan khususnya di Kawasan Timur Indonesia dengan pengadaan sarana transportasi kereta api," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulsel Masykur Sultan di Makassar, Rabu.
Pembangunan jalan rel kereta api yang masih terkatung-katung, diakui salah satu kendalanya karena biaya pembebasan lahan yang akan dilalui transportasi massal itu sepanjang 128 kilometer.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pemprov Sulsel meminta agar pemerintah pusat menyubsidi anggaran pembebasan lahan itu.
"Sudah ada sinyal jika pemerintah pusat siap menyubsidi pembebasan lahan warga yang dijadwalkan 2012," ujarnya.
Dua provinsi di Sulawesi yakni Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan akan mendapatkan alokasi bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pengadaan transportasi kereta api.
Karena itu, lanjut Masykur, semua pihak harus mendukung kelancaran pembangunan sarana transportasi massal itu.
Sementara itu, Badan Pekerja dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar Salma Ruslan mengatakan, pembangunan sarana publik sebenarnya harus mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Hanya saja, pihak pembebasan tanah tidak boleh memaksakan kehendak dalam penentuan ganti rugi, mereka harus musyawarah dengan warga yang lahannya terkena proyek," katanya.(T.S036/Y008)
Pembangunan Rel Kereta Api Terkendala Pembebasan Lahan
COPYRIGHT © 2011
Baca Juga
- Bus Rapid Transit Mamminasata Beroperasi 2013
- Anggaran Pengembangan Bandara Makassar Diusulkan Rp170 Miliar
- Pemerintah Pusat Subsidi 128 Km Pembebasan Lahan
- Jalur KA Sulsel Hubungkan Pelabuhan Makassar-Parepare
- Landasan Bandara Makassar Diperpanjang Jadi 3.500 Meter
- Bea Cukai Terkendala Anggaran Ganti Mesin X-Ray
- Konstruksi Bandara Baru Toraja Dimulai 2012
- Gubernur Sulsel Keluhkan Jaringan Telkomsel

















