Berita Terkait
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kiprah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dalam pembangunan menjadi "geliat" baru di Provinsi Sulsel karena pembangunan infrastrukturnya menonjol dibandingkan kabupaten lain.

Jalan utama di Kota Bantaeng saat ini sudah semulus jalan utama di Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel, memiliki Brigade Siaga Bencana, kawasan wisata pantai, Agro wisata serta berbagai keunggulan lain.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel Suaib Mallombassi di Bantaeng, Minggu, mengatakan, apa yang dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah benar-benar menjawab visi ke depan Sulsel.

"Apa yang dilakukan bupati untuk menjadikan daerahnya sebagai daerah alternatif setelah Makassar dapat menjawab perkembangan masa datang," ujarnya.

Selain bidang kepariwisataan, Suaib Mallombassi juga menyebut antisipasi bidang kesehatan dengan menyiapkan fasilitas rumah sakit (rumah sehat) yang dapat memberi pelayanan bertaraf internasional.

"Kalau ada orang sakit dari Kabupaten Selayar kemudian di rujuk ke Makassar. Bisa-bisa bertambah gawat akibat jarak. Dari pada ke Makassar, lebih baik ke Bantaeng saja yang lebih dekat, toh pelayannya juga sama," urainya memberi contoh.

Kalau saja para pemimpin memiliki pola fikir demikian, pastilah pariwisata di Sulsel akan maju. Dan, bupati Bantaeng memiliki visi jauh ke depan, katanya.

Menurut dia, kepariwisataan maju bila Pemerintah Daerah dan masyarakat mengambil peran aktif. Selama ini, hampir seluruh daerah masih bergantung ke provinsi.

Kecuali daerah tujuan wisata utama Sulsel, Toraja itu sudah dilepas dan ke depan akan disusul Taka Bonerate. Polanya, Pemprov melakukan promosi, dan daerah yang bertindak sebagai penyelenggara.

Karena itu, lanjutnya, ke depan kita juga berharap, Kabupaten Bantaeng menjadi daerah tujuan (destinasi). Itulah sebabnya Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel mendatangkan 34 orang Pramuwisata ke Bantaeng.

Para Pramuwisata (guide) ini menguasai tujuh spesifikasi bahasa sehingga kita berharap, mereka dapat berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara tentang potensi daerah ini, urainya.

Menurut dia, tanggapan Pemerintah Provinsi terhadap Bantaeng, termasuk bidang pariwisata selama ini cukup besar.

Ia kemudian menyebut, festival Gantarangkeke yang diselenggarakan beberapa waktu lalu yang masih terlihat asli, namun menurutnya masih perlu dikemas dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi agenda tetap sehingga wisatawan bisa menyaksikan festival tersebut.

Demikian pula dengan Balla Lompoa (rumah adat/istana kerajaan) masih perlu dilakukan pembenahan. "Bila ada rekomendasi dari Bupati, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel siap membantu, termasuk mengenai pendanaannya," ucap Suaib Mallombassi. (T.KR-HK/F003) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar