Mamuju (ANTARA News) - Menteri pertanian akan menghadiri acara panen padi perdana di Desa Takkulasang Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

"Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA dijadwalkan akan berkunjung ke Mamuju, pada bulan Desember tahun 2011," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Hamzah, di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, menteri pertanian tersebut akan berkunjung ke Mamuju dalam rangka menghadiri acara panen padi perdana di Desa Takkulasang Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Menurut dia, panen perdana petani di Desa Takkulasang yang akan disaksikan lansung Mentri Pertanian itu adalah panen padi hasil percetakan sawah baru yang dicetak pemerintah di Sulbar di Kabupaten Mamuju.

"Menteri Pertanian ingin menyaksikan lansung keberhasilan program percetakan sawah di Mamuju sehingga ingin menyaksikan panen perdana petani di Takkulasang yang merupakan program percetakan sawah baru,"katanya.

Ia mengatakan, program percetakan sawah di Desa Takulasang seluas 75 hektare yang dicetak pada tahun 2011 ini, merupakan sebagian program percetakan sawah baru yang dicetak Pemprov Sulbar di Mamuju seluas 1000 hektare.

Hamzah mengatakan, percetakan sawah baru di Mamuju yang dicetak Pemerintah di Sulbar untuk peningkatan produksi padi dilaksanakan menggunakan alokasi anggaran APBN tahun 2011.

"Besarnya anggaran yang diterima Pemprov Sulbar dari pemerintah pusat untuk pencetakan sawah baru itu di Mamuju itu sekitar Rp7,5 miliar," katanya.

Menurut dia, sekitar Rp7,5 miliar dari anggaran itu akan diserahkan untuk Pemerintah Kabupaten Mamuju sebagai penanggung jawab untuk mencetak sawah baru sekitar 1.000 hektare sawah.

"Dari anggaran proyek pencetakan sawah baru untuk Mamuju senilai Rp7,5 miliar tersebut, akan dibagi setiap hektare sawah yang akan dicetak mendapat dana Rp7,5 juta," katanya.

Menurut dia, anggaran tersebut di antaranya untuk membuat bangunan konstruksi lahan sawah yang setiap hektare membutuhkan anggaran Rp4,9 juta, kemudian sekitar Rp2,6 juta diantaranya untuk untuk pembenihan dan pemupukan sawah petani ketika akan ditanam.

"Bantuan itu akan disalurkan ke rekening bank kelompok tani yang akan mendapatkan program percetakan sawah itu dalam bentuk bantuan sosial," katanya. (T.KR-MFH/M009)