Berita Terkait
Makassar (ANTARA News) - Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Sulawesi Selatan belum menetapkan manajer tim menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Batam, 8-10 November 2011.

Pelatih Karate Sulsel Nukman Lahamang, di Makassar, Selasa, mengatakan, kekosongan manajer membuat pihaknya belum bisa bersikap, termasuk menentukan atlet yang akan diturunkan di Pra PON mendatang.

Menurut Nukman, jika memang tidak ada manajer maka sebaiknya persoalan penentuan atlet diserahkan kepada tim pelatih. Maklum, pelatih merupakan sosok yang paling mengetahui kondisi setiap atlet.

"Kita takut jika menunjuk atlet yang satu justru mendapat penolakan dari perguruan yang satu. Namun idealnya persoalan atlet diserahkan kepada pelatih karena lebih mengetahui kualitas atlet," ujarnya.

Mengenai kapasitas pelatih untuk menentukan atlet, lanjutnya, juga telah dibuktikan dalam beberapa kejuaraan, khususnya Popnas 2011. Bahkan pada kejuaraan tersebut, atlet yang ditunjuk pelatih ternyata mampu meraih tujuh medali emas.

"Kita juga berharap agar seluruh atlet yang diturunkan tidak didasari sejumlah kepentingan. Artinya atlet yang terpilih memperkuat Sulsel memang karena memiliki potensi untuk meraih prestasi," ucapnya.

Menghadapi babak kualifikasi, Sulsel bertekad tampil di seluruh nomor pertandingan. Seluruh atlet yang dipersiapkan juga tengah fokus mematangkan kemampuan sebelum turun di babak kualifikasi.

Adapun beberapa atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pra PON diantaranya Wiwi Pratiwi, Teguh, Duhril, Syahrul, Arif Arfandi, Ririn Septian, Aspar dan Rama.

"Septian, Aspar dan Rama saat ini menduduki rangking II Indonesia. Artinya peluang mereka lolos sangat besar," ujar Nukman. (T.PSO-283/F003) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar