Makassar (ANTARA News) - Dana tanggungjawab sosial (CSR) dari PT Semen Tonasa untuk masyarakat Sulawesi Selatan dinilai masih minim dan perlu ditingkatkan.

"Saya tau CSR Tonasa ada tapi alangkah bagusnya ditingkatkan lagi," kata Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Januar Jaury Darwis di Makassar, Rabu.

Ia mengemukakan, PT Semen Tonasa yang sudah 50 tahun mengeruk bumi Kabupaten Pangkep, bukan hanya bertanggungjawab atas kondisi lingkungan di sana, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada disekitar pabrik.

Dengan jumlah CSR yang minim, lanjut Januar, maka mustahil kesejahteraan masyarakat dan pelestarian alam disekitar area tambang bisa terjaga.

"Saya harap jika ada pergantian dirut. Maka dirut harus bisa tingkatkan CSR kepada masyarakat," ucapnya.

Karena itu, politisi Demokrat ini berpendapat, figur yang nantinya akan menggantikan Dirut PT Tonasa, Sattar Taba, tidak harus putra lokal, tetapi yang terpenting adalah mampu meningkatkan produksi dan penjualan semen, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan Sulsel pada umumnya.

Selama ini PT Semen Tonasa terkesan tidak transparan terkait jumlah dana CSR maupun peruntukannya. Direksi PT Semen Tonasa hanya membagi informasi kepada media-media tertentu.

Sementara, dalam website, www.sementonasa.co.id, dana CSR yang disalurkan pada 2008 cuma Rp1,1 miliar. Dari jumlah itu hanya empat persen atau sekitar Rp40 juta untuk pelestarian lingkungan. (T.pso-099//S016)