Makassar (ANTARA News) - Ukiran khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan semakin diminati wisatawan domestik dan mancanegara sebagai cinderamata.

"Kalu biasanya ukiran dinding berbentuk patung, lukisan atau benda-benda khas Tana Toraja seperti sarung, parang, hanya terjual satu lusin per minggu, kini sudah diatas tiga lusin per minggu," kata pemilik Toko cinderamata Darmawati di Jalan Maccini Raya, Makassar, Senin.

Dia mengatakan, pembeli biasanya sekelompok wisatawan domestik ataupun mancanegara yang datang ke tokonya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga yang hanya memesan kemudian diantarkan ke penginapannya. Termasuk mengantarkan produk ukiran Tana Toraja itu ke sejumlah toko cinderamata di kawasan toko karajinan Somba Opu, Makassar.

Mengenai harga ukiran tersebut, dia mengatakan, bervariasi mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tergantung dari ukurannya dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Tingginya animo membeli ukiran khas Tana Toraja, juga diakui pengelola toko kerajinan di Somba Opu, Makassar Syerly.

Dia mengatakan, selain ukiran khas Tana Toraja seperti "Tau-Tau" patung kecil khas Toraja yang merupakan miniatur nenek moyang suku Tana Toraja, gantungan kunci bergambar rumah adat Tongkonan dan kerbau belang (tedong bonga) khas Toraja juga diminati pembeli.

"Rata-rata mereka membeli untuk koleksi pribadi dan juga sebagai ole-ole," katanya.(T.S036/S016) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar