Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai tahun ajaran ini akan menerapkan sistem pendidikan kelas berkelanjutan untuk mengurangi angka anak putus sekolah.

Rencana sistem pendidikan tersebut dikemukakan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo pada peringatan puncak hari jadi kabupaten ke-691 di Istana Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Kamis.

Ia mengatakan, pelaksanaan sistem pendidikan tersebut didasari oleh data yang menyebutkan bahwa 57,4 persen anak Indonesia hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).

Dengan sistem tersebut, jelasnya, tidak ada lagi siswa yang tinggal kelas sepanjang kehadirannya mencapai 80 persen sehingga angka putus sekolah akan berkurang dan bermuara pada peningkatan daya saing atau berbasis kompetensi.

Dalam peringatan hari jadi bertema tingkatkan persatuan dalam melanjutkan percepatan kesejahteraan masyarakat itu, ia mengatakan, program pendidikan gratis di Gowa juga telah meningkat hingga ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mutu pendidikan akan semakin baik pada tahun-tahun ke depan melalui program pembelajaran berbasis multimedia.

Pencapaian pembangunan yang lainnya yang ia kemukakan adalah jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat setempat hingga ke tingkat desa dan kelurahan dan RSUD Syekh Yusuf telah meningkat dari tipe C ke tipe B dan memenuhi standar peralatan setara rumah sakit terkemuka di Indonesia.

Padang Golf Internasional Padi Valley dan investasi properti Grup Ciputra, Citraland menjadi ukuran dari pertumbuhan iklim investasi, ekonomi dan daya beli masyarakat meningkat pesat sekaligus menjadi bukti potensi ekonomi yang menjanjikan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan kebanggaannya terhadap segala kemajuan yang diraih Kabupaten Gowa. "Gowa memiliki sumber daya alam dan manusia yang bagus, lokasi strategis, sejarah yang besar, filosofi budaya, punya akses mendunia, memiliki banyak potensi untuk semakin berkembang.

Setahun terakhir kemajuannya signifikan, pertumbuhan ekonominya di atas tujuh persen. Yang jelas masyarakatnya juga kelihatan berkembang semakin baik di semua aspek," katanya.

Peringatan ulang tahun juga ditandai dengan sejumlah peresmian diantaranya industri pupuk organik di Kecamatan Bajeng, Pembangunan Jalan Tani dengan anggaran senilai Rp349.500.800 dari Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah kabupaten serta Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf.

Rangkaian acara peringatan ditutup dengan pagelaran budaya lintasan Gowa Bersejarah yang menggambarkan sejarah berdirinya Kerajaan Gowa hingga masa perlawanan terhadap penjajahan yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. (T.KR-RY/S016)