Gorontalo (ANTARA News) - Penambang batu kapur di kawasan perbukitan bekas galian C, kelurahan Pilolodaa, Kota barat, Kota Gorontalo, tetap beraktivitas meski di tengah musim hujan yang rawan longsor.

Andi Rauf, salah seorang penambang yang ditemui mengatakan aktivitas penambangan memasuki musim hujan tetap berjalan, meski sebagian penambang mengaku was-was.

" Intinya harus waspada saja, dan jangan memaksakan diri pada saat hujan turun deras," kata dia, Selasa.

Rata-rata, kata dia, satu gerobak batu kapur untuk keperluan pondasi bangunan, dijual dengan harga 35 ribu rupiah.

Lisna, salah seorang penambang perempuan menambahkan, banyak penambang terpaksa menyandarkan rejeki pada perbukitan kapur di kawasan itu, karena tidak memiliki alternative pekerjaan yang lain.

" Meskipun hujan, para penambang tetap beraktivitas," ujar ibu dua anak itu.

Dirinya hanya bisa berharap, pemerintah dapat memberikan alternatif pekerjaan lain yang lebih memadai dan terjamin, dan tidak hanya melarang ekspolitasi alam itu tanpa mencarikan jalan keluarnya.

" jika tidak menambang, mau makan apa anak-anak saya," kata Lisna yang turut membantu suaminya bekerja sebagai penambang kapur itu.(KR-SHS/MO31)