Makassar (ANTARA News) - Persatuan Tinju Amatir Indonesia Sulawesi Selatan mengintensifkan latihan menjelang babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional di Padang, Sumatera Barat, 11-17 Desember 2011.

Direktur Bidang Teknik Pertina Sulsel John Amanupunyo di Makassar, Selasa, mengatakan persaingan untuk lolos PON 2012 dipastikan lebih sulit karena hanya menyiapkan tiket bagi atlet yang mencapai babak final di Pra PON.

"Hanya atlet yang masuk final yang berhak meraih tiket PON. Karena itu, kami manfaatkan waktu tersisa untuk semakin mematangkan kemampuan dan teknik bertarung para atlet," jelasnya.

Selain memberikan porsi latihan yang lebih banyak, Pertina Sulsel juga memutuskan mengganti atlet yang dinilai kurang berpotensi.

Keputusan mengganti salah satu atlet karena dinilai gagal memberikan hasil maksimal pada dua Pra PON sebelumnya.

Menurut John, keputusan menurunkan Jufrianto untuk mengisi posisi yang ditinggallkan James diharapkan bisa berbuah manis. Pertina Sulsel juga meminta Jufrianto bisa menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Selain Jufrianto, Pertina Sulsel juga akan menurunkan dua atlet yang di dua Pra PON sebelumnya dinilai masih cukup potensial yakni Sada (60kg) dan Carles yang berlaga di nomor 69kg.

Ketiga atlet yang dipersiapkan tersebut, lanjut John, menurut rencana akan berangkat Sabtu, 10 Desember 2011.

"James yang sebelumnya kami turunkan di dua Pra PON lalu ternyata tidak mampu bersaing. Karena itu kami putuskan menggantinya dengan Jufriyanto yang terlihat lebih siap," jelasnya.

Sejauh ini, Sulsel berhasil meloloskan empat atlet terbaiknya ke PON XVIII. Keempat atlet tersebut yakni Randy (49kg), Erico Amanupunyo (64 kg), Alex Tatontos (75kg) serta Sally Wanimbo (49 kg putri). Dua petinju terakhir mendapatkan tiket ke PON secara otomatis karena memperkuat tim SEA Games XXVI..

Namun khusus untuk Sally, Pertina Sulsel kemungkinan besar tidak akan lagi menerima kehadirannya terkait keinginan Sally memperkuat Papua di PON XVIII Riau 2012. (T.PSO-283/N002)