Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 14.213 kantong darah yang terkumpul dari jajaran TNI Kodam VII/Wirabuana berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Dengan adanya rekor MURI yang didapat dari pengumpulan darah para prajurit TNI menjadi apresiasi untuk berbuat lebih maksimal kepada rakyat," ujar Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, tujuan dilaksanakannya aksi donor darah ini sebagai bentuk peringatan hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) sekaligus menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial bagi anggota TNI beserta keluarganya.

Menurutnya, tugas utama seorang prajurit TNI adalah mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tugas lainnya selain berperang yakni sebagai tenaga kemanusiaan seperti yang dilakukannya sekarang ini.

"Kami mengumpulkan darah hanya semata-mata untuk kemanusiaan dan bukan untuk mengejar rekor MURI, tetapi jika rekor itu mampu kami raih semoga menjadi pelecut bagi kami untuk berbakti kepada masyarakat," katanya.

Dengan adanya pencapaian itu, maka Kodam VII/Wirabuana berhasil mencatat sejarah dan masuk dalam buku Rekor MURI dengan nomor urut 5.234.

Aksi donor darah di Lapangan Hasanuddin Makassar itu diikuti seluruh jajaran Kodam VII/Wirabuana se Sulawesi.

Beberapa anggota jajaran Kodam VII/Wirabuana yang juga ikut melakukan aksi donor darah diantaranya Korem 131 Santiago, Manado, Korem 132 Tadulako, Palu.

Korem 141 Toddopuli, Watampone, Korem 142 Parepare, Korem 143 Halu Oleo Kendari dan seluruh jajaran Kodim dan batalyon lainnya.

"Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan secara serentak diseluruh jajaran Kodam VII/Wirabuana yang meliputi seluruh wilayah se Sulawesi dan Gorontalo," katanya.

Jumlah personel TNI AD yang sudah terdaftar untuk menjadi relawan donor darah dan berpeluang memecahkan rekor MURI terbanyak sekitar 19.260 orang. (T.KR-MH/S016)