Abraham Samad (FOTO ANTARA/Lencana)
"Kami optimis KPK citranya akan kembali terangkat dalam hal penanganan kasus korupsi di bawah pimpinan Abraham Samad," kata Ketua Laskar Anti Korupsi Sulawesi Barat, Muslim Fatilllah Azis, di Mamuju, Kamis.
Ia mengatakan, semua pihak mesti memberikan dukungan dan kesempatan kepada Abraham Samad untuk berbuat menangani kasus korupsi, apalagi Abraham Samad juga sudah berjanji akan mundur jika tidak mampu menangani kasus korupsi selama 100 hari masa jabatannya sebagai ketua KPK.
Ia mengaku, optimis dengan terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua KPK yang baru citra KPK akan membaik, karena Abraham Samad dianggap sosok aktivis anti korupsi yang konsisten seperti yang pernah dilakukannya memberantas korupsi di daerahnya di Sulsel secara tuntas.
"Abraham Samad konsisten dalam memberantas korupsi seperti yang pernah dilakukannya saat menangani kasus dugaan korupsi pembelian Kapal Feri Kabupaten Selayar, tukar guling gudang farmasi dan kasus lainnya yang ditangani dengan melibatkan dirinya," katanya.
Namun, ia juga tetap meminta agar Abraham Samad tetap konsisten memberantas korupsi dalam jabatannya selaku Ketua KPK sekarang ini.
"Track Record (rekam jejak, red) dan kepribadian Abraham Samad, cukup bagus dan tidak pernah cacat moral menangani korupsi, hendaknya itu dipertahankan dalam jabatannya selaku ketua KPK untuk memberantas korupsi di negeri ini," katanya.
Ia juga meminta agar Ketua KPK yang baru tersebut memperhatikan dugaan korupsi yang ada di daerah untuk ditangani dan diusut secara tuntas sesuai hukum yang berlaku.
"Jangan sampai Abraham Samad yang terpilih menjadi ketua KPK yang baru melupakan dugaan korupsi di tanah kelahirannya di Sulawesi Selatan dan di sejumlah daerah di pulau Sulawesi, karena itu juga patut diperhatikan," katanya.
Ia mengatakan, sejumlah kasus dugaan korupsi yang ada disejumlah daerah di Sulawesi seperti di Sulbar, telah banyak yang dilaporkan masyarakat ke KPK, karena dianggap luput dari perhatian aparat hukum di daerah akibat tidak ditangani secara tuntas.
"Laporan yang sudah dilayangkan itu perlu diberikan perhatian agar dapat ditangani dan diusut secara tuntas sesuai mekanisme hukum di negara kita," katanya.
Oleh karenanya, ia berharap agar KPK tidak hanya menangani kasus besar atau dugaan korupsi kelas yang ada di tingkat nasional, seperti kasus bank Century, Wisma Atlet dan Cek Pelawat, tetapi juga menangani kasus merugikan keuangan negara di daerah yang nilainya mencapai miliaran rupiah. (T.KR-MFH/E008)

















