Palu (ANTARA News) - Masuknya beras impor dari Vietnam ke Sulawesi Tengah selama 2011 ini guna mengamankan stok beras yang diperuntukan bagi kalangan warga miskin di daerah itu.
"Kita sama sekali tidak kekurangan beras," kata Kepala Dinas Pertanian Sulteng, Abdullah Kawulusan di Palu, Rabu.
Lagi pula, katanya, masuknya beras impor ke Sulteng bukan atas permintaan Bulog, tetapi itu kebijakan langsung pemerintah pusat.
Pusat memandang Sulteng masih membutuhkan jatah beras impor, karena hasil pengadaan beras di daerah ini yang dilakukan Bulog belum mencukupi kebutuhan penyaluran.
Sulteng selama setahun membutuhkan stok beras sebanyak 30.000 ton untuk disalurkan kepada rumah tangga sasaran (RTS) di sepuluh kabupaten, dan Kota Palu.
Sementara kenyataan di lapangan, hasil pengadaan beras oleh Bulog pada musim panen 2011 ini belum setengah dari total kebutuhan penyaluran.
Makanya, Sulteng mendapat pasokan beras impor. "Jadi beras impor yang dipasok ke Sulteng hanya khusus untuk mengamankan stok beras Bulog," katanya.
Beras impor tersebut bukan untuk dijual di pasar-pasar, tetapi hanya untuk disalurkan kepada kalangan RTS, dan juga cadangan korban bencana alam.
Sulteng selama ini tercatat sebagai daerah surplus beras.
Pada musim panen 2011 ini, Sulteng berharap bisa mencapai produksi padi sebanyak 1,6 juta ton. "Saya optimis tercapai," katanya.
Sementara Kepala Bulog Sulteng, Imam Safei menjamin stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kita masih miliki stok beras di gudang untuk tujuh bulan ke depan," katanya. (T.BK03/I006)
Kadis : Beras Impor untuk Amankan Stok
COPYRIGHT © 2011

















