Makassar (ANTARA News) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menampik kebenaran pernyataan Partai Amanat Nasional (PAN) bahwa saat ini PAN telah mengajak PKS untuk berkoalisi menghadapi Partai Golkar dalam pemilihan gubernur 2013.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Aqmal Pasluddin di Makassar, Minggu, mengatakan, pihaknya belum pernah sekalipun menerima penyampaian PAN, baik secara langsung maupun melalui telepon. Menurutnya proses koalisi masih panjang dan PKS tidak mau terburu-buru.

"Itu haknya PAN menyatakan hal itu. Kami sendiri masih bekerja dan tidak membatasi diri dengan PAN saja. Kami juga berkomunikasi dengan partai-partai lainnya. Untuk berkoalisi dengan siapa, kita punya hitungan sendiri," katanya.

Menurut dia, PKS tidak mau menjadi boneka politik partai tertentu untuk mendorong figur. Partainya masih melakukan pengukuran terhadap kekuatan pihak lain, sebab menghadapi pemilihan nanti partai berlambang bulan sabit kembar tersebut hanya memastikan bahwa calon gubernur yang didorong akan menang.

Sebelumnya, bakal calon (balon) Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel 2013 dari PAN Ashabul Kahfi menyatakan telah mengajak DPW PKS Sulsel, Akmal Pasluddin, berkolalisi. Rencana Wakil Ketua DPRD Sulsel ini disampaikan kepada wartawan di rumah jabatannya, Perumahan DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumihardjo, Makassar (12/12)

"Kita sudah ada pengalaman di Jawa Barat, PKS koalisi PAN dan itu menang. Jadi nanti saya bisa ajak PKS koalisi di Sulsel. Soal siapa jadi kosong satu, kita lihat siapa yang lebih tua, PAN atau PKS," kata Kahfi.

Wacana ini berkembang, dipicu masih diamnya Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Sulsel yang juga pejabat gubernur, Syahrul Yasin Limpo, tentang posisi calon wakil gubernur yang akan masuk dalam paket pasangannya saat pemilihan nanti.

Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Syahrul telah menyatakan bahwa pengumuman figur yang akan dipilih sebagai calon wakil akan ditentukan pada awal tahun 2012, atau sembilan bulan sebelum pemilihan. 
(T.KR-AAT/F003)