Makassar (ANTARA News) - Batalyon Infanteri 700/Raider mengakhiri lomba gerak jalan peleton beranting (tonranting) yang diikuti oleh jajaran Satuan Kodam VII/Wirabuana yang dimulai sejak 16 Desember di Kabupaten Barru dan berakhir di Makodam Makassar 19 Desember 2011.

"Peringatan Hari Infanteri TNI yang diselenggarakan secara serentak di Indonesia merupakan peringatan kembali akan peristiwa bersejarah serangan militer Belanda ke Kota Yogyakarta yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda II," ujar Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana Brigjen TNI Hari Mulyono di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, keluarnya Batalyon Infanteri 700/Raider sebagai pemenang dalam gerak jalan secara estafet dari satu pleton ke pleton lain tiap satuan yang dimulai dari Kabupaten Barru dan berakhir di lapangan Makodam VII/Wirabuana dikarenakan adanya semangat tinggi yang diperlihatkan prajurit.

Keluarnya Yon Raider sebagai juara pertama bukan berarti satuan dari pleton lainnya tidak memperlihatkan semangat yang tinggi, justru semangat kebersamaan serta dedikasi yang tinggi juga diperlihatkan oleh prajurit lainnya.

Keberhasilan yang diraih tentunya berkat kerja keras melalui latihan secara intensif dalam pembinaan fisik, pemeliharaan perlengkapan, menjaga kekompakan dan memupuk jiwa korsa menjadi satu kesatuan dalam peleton tersebut, serta keberhasilan dalam pembinaan satuan yang dilakukan oleh Komandan Satuan.

Dalam gerak jalan ton beranting selama tiga hari itu, melalui delapan etape yang dimulai dari etape I hingga etape VIII.

Setiap melewati satu etape yang di mulai dari Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros dan berakhir di Makassar selalu melaksanakan kegiatan yang menyentuh masyarakat seperti penanaman pohon, pembersihan kanal dan selokan, penghijauan, pembersihan tempat ibadah hingga melakukan pengecatan rumah ibadah.

Dalam sambutan seragam yang dibacakan Kasdam, pada 19 Desember 1948 Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan Perintah Kilat Nomor 1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu perintah Siasat Nomor 1/1948 tanggal 12 Juni 1948 untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta atau yang lebih dikenal dengan Permesta. (T.KR-MH/Y008)