Syarifuddin May (Ist)
Makassar (ANTARA News) - Kegiatan pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan "Lovely December" 2011 yang digelar pada 25 Desember 2011 dikemas dalam acara pesta budaya lokal sebagai kiat menjaring kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi ini.

Kegiatan pesta wisata dan budaya yang menampilkan seni dan budaya lokal khas Sulsel dari 24 kabupaten dan kota tersebut telah dimulai sejak awal Desember lalu sebagai rangkaian kegiatan pesta budaya paling bergengsi di Sulsel yang digelar setiap akhir tahun.

Pesta adat kematian (duka) Rambu Solo menandai puncak kegiatan wisata/budaya tersebut serta berbagai pergelaran seni dan budaya setempat serta kesenian dari 23 kabupaten lainnya di Sulsel.

Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulsel Syuaib Malombassi mengatakan, Lovely December 2011 dikemas lebih meriah dibanding tiga kegiatan serupa sebelumnya, sebagai upaya menyambut Tahun Kunjungan Wisata Sulsel 2012.

Selain Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, daerah lainnya yang disiapkan menyambut tahun kunjungan Sulsel 2012 yakni kabupaten Wajo, Bulukumba, Maros dan Kota Makassar.

Potensi wisata di daerah-daerah tersebut menurut, Syuaib cukup menjanjikan dan telah siap menyambut kedatangan wisatawan mancenagara dengan berbagai atraksi seni dan budaya, penorama alam serta sejumlah objek wisata menarik.

Sulsel menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara 100 ribu orang dan wisatawamn domestik 4 juta orang pada tahun kunjungan Sulsel (Visit South Sulawesi) 2012.

Untuk mencapai jumlah kunjungan wisatawan tersebut, maka Dinas Pariwisatar setempat telah dilakukan berbagai upaya, salah satunya lewat "promo wisata tahun kunjungan Sulsel 2012" di Bali akhir Oktober lalu.

Melalui promosi di Bali dan atraksi budaya Lovely December, Sulsel berharap bisa meningkatkan kunjungan wisman hingga 60 persen dari jumlah kunjungan tahun ini sekitar 65.000 orang.

Sejumlah wisman menyatakan siap berkunjung ke Sulsel karena mereka menilai kondisi alam di provinsi ini lebih alami dibanding yang ada di daerah lain termasuk Bali setelah melihat visualisasi gambar yang di tampilkan Dinas Pariwisata Sulsel, ujar Syuaib
Selain itu, juga ada promosi dalam bentuk iklan di Bandara Sultan Hasanuddin dan Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta yang dipasang sejak Januari lalu.

Setelah Lovely December, akan digelar "Butterflay Expo Bantimurung", di Kabupaten Maros, sedangkan kegiatan internasional yakni International Silk Conference, Asian Youth Camp dan berbagai kegiatan dalam rangkaian tahun kunjungan Sulsel 2012.

Dibukanya rute penerbangan Internasional Singapura-Makassar hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Garuda dan Changi Airport juga membawa pengaruh positif naiknya kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan, kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo.


Pesona wisata Sulsel


Sulsel memiliki sejumlah objek wisata cukup mempesona yang menarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik berupa perpaduan wisata alam pegunungan, keindahan bawah laut, hamparan pasir putih pantai, keindahan danau, beragam budaya, wisata kuliner hingga peninggalan sejarah masa lampau yang menakjubkan.  

Objek wisata permandian air terjun Bantimurung Kabupaten Maros memiliki ketinggian sekitar 20 meter merupakan salah satu primadona yang diminati banyak wisatawan.

Kawasan wisata alam ini jadi habitat berbagai spesies kupu-kupu langka, juga terdapat Goa Mimpi dan Taman Leang-Leng meyimpan peninggalan pra sejarah berupa tapak kaki manusia purba.

Objek wisata alam lainnya adalah Danau Matano di Luwu Timur, termasuk danau terdalam di dunia berada dibawah permukaan laut yang airnya jernih sepanjang tahun dihuni spesies ikan khas jenis opu.

Di Tanah Luwu juga terdapat masjid Jami'Tua Kota Palopo peninggalan masuknya Agama Islam pertama, Museum Raja Luwu, Makam Raja-raja Luwu serta obyek wisata pantai Buntu Matabing di Kabupaten Luwu.

Salah satu daerah yang masuk dalam tujuan wisata tahun kunjungan wisata Sulsel 2012 adalah kabupaten Bulukumba. Daerah ini memiliki Pantai Bira dengan pamandangan berupa hamparan pasir putih yang mempesona, di daerah ini juga terdapat sentra pembuatan perahu pinisi di Desa Tanah Beru. Kabupaten Gowa dengan Museum Ballalompoa, Makam Sultan Hasanuddin serta kota dingin Malino berada di atas sekitar 1.900 meter dari permukaanlaut.

Malino yang kini jadi pusat budidaya tanaman anggrek nasional juga dikenal sebagai kota perjuangan.

Di masa revolusi Malino kota kecil ini jadi bukti sejarah karena tempat berlangsungnya "Perjanjian Malino" antara Indonesia dengan Belanda, juga tempat penandatanganan perjanjian kesepakatan damai konflik Ambon dan Poso.

Di Malino banyak terdapat pohon pinus yang tumbuh subur, memiliki pemandangan pegunungan yang indah dan mempesona kebun markisa, dan tanaman hortikultura.

Sebagian warga Makassar berlibur akhir pekan di Malino yang indah dengan berbagai jenis anggrek, bungan abadi (edelweis) di kakai Gunung Bawakareng.

Sementara objek wisata Kota Makassar antara lain Benteng Somba Opo, Benteng Rottredam, Museum Lagaligo, Makam Syech Yusuf, Makam Raja-Raja Tallo, Makam Diponegoro, Masjid Almaskaz Al Islami serta Monumen Mandala pembebasan Irian Barat.

Tokoh pariwisata Sulsel Noci B Pasaka mengatakan, kegiatan Lovely December tahun ini akan berdapak positif meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel.

Kegiatan pariwisata ini hendaknya dikemas dengan matang dan bernuasa budaya lokal yang mampu menarik minat wisatawan asing maupun domestik.

"Wisatawan domestik tidak kalah dibanding kunjungan wisman, kalau target 100 ribu wisatawan mancenagara pada 2012, maka wisatawan nusantara bisa mencapai 4 juta orang ke Sulsel, sehingga devisa yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibanding tamu asing, "ujar Nico. (T.S016/M009)