Syarifuddin May (FOTO ANTARA)
Objek wisata alam primadona Maros ini menjadi semakin mempesona dengan hadirnya berbagai spesies kupu-kupu langka yang beterbangan dan akrab dengan mengunjung di dalam kawasan wisata itu.
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menjadikan Bantimurung sebagai primadona menyambut tahun kunjungan wisata (Visit South Sulawesi) 2012, menyusul penetapan daerah ini oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulsel 2011 sebagai daerah tujaun wisata pada tahun kunjungan Sulsel 2012," ujar Bupati Maros Hatta Rahman.
Selain Bantimurung, Pemkab Maros juga membenahi sejumlah objek wisata menyongsong tahun kunjungan Sulsel 2012 dengan cara meningkatkan sarana dan fasiltas sejumlah objek wisata.
Untuk menjadikan kawasan wisata primadona ini menjadi objek wisata kelas dunia, maka pemkab setempat kini membangun sarana dan fasilitas di sekitar kawasan wisata alam tersebut.
Selain Bantimurung yang selama ini menjadi primadona, Maros juga memiliki objek wisata lain yang cukup menjanjikan dan menarik bagi wisatawan, seperti Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, hutan wisata Karaengta yang dihuni berbagai spesies flora dan fauna berupa monyet kecil langka, burung ranggong, ayam hutan, biawak serta berbagai jenis anggrek.
Didalam kawasan permandian alam air terjun Bantimurung juga terdapat Gua Mimpi yang bisa dinikmati wisatawan yang gemar petualang.
Pengujung bisa menikmati suasana di dalam gua sambil membawa obor penerang menelusuri lubang-lubang dan jalan setapak dalam gua.
Pengembangan wisata alam air terjun Bantimurung, sebagai kiat menggapai dan menyejajarkan kawasan wisata ini dengan objek wisata kelas dunia seperti di Bali.
"Predikat itu hanya bisa diraih, jika Bantimurung memiliki fasilitas lengkap seperti hotel, lapangan golf, taman rekreasi, pusat kebugaran, serta pertunjukan atraksi seni/budaya, sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama menikmati panorama alam dan sejuknya kawasan wisata tersebut yang masih lestari," ungkap Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulsel Syuaib Mallombasi.
Pemprov Sulsel menetapkan lima kabupaten kota sebagai daerah tujuan wisata pada tahun kunjungan Sulsel 2012, yakni Maros, Tana Toraja, Wajo, Bulukumba dan Kota Makassar.
Daerah ini memiliki beragam objek wisata menarik berupa wisata budaya, alam, bahari, peninggalan sejarah masa lampau, dan objek wisata bernuansa religius yang hampir terdapat di semua daerah.
Wisata terpadu
Pengembangan proyek wisata alam ini dikerjakan pada 2012 diawali penelitian guna mengubah wajah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dengan menggandeng konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah berbagai fasilitas tersebut rampung. Dengan fasiltas lengkap dalam kawasan wisata alam itu, maka wisatawan akan lebih tertarik sambil menyaksikan atraksi seni dan budaya tradisional Maros dan khas Sulsel dari 24 kabupaten/kota..
"Kita berharap, wisatawan bisa tinggal lebih lama di Bantimurung sambil bermain golf atau mengikuti wisata petualangan yang akan dikemas cukup menarik dalam satu paket wisata terpadu," ujar Hatta Rahman.
Pemkab Maros kini merintis jalan lintas dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju objek wisata alam air terjun Bantimurung degan jarak lebih dekat.
Selain itu, juga paket wisata perualangan ke Desa Rammang-rammang yang terkenal dengan Taman Batu atau ke objek wisata Leang-leang yang menyimpan situs pra sejarah berupa telapak tangan manusia purba serta berbagai fasilitas lainnya.
Pengembangan kawasan wisata Bantimurung adalah proyek terpadu yang menghubungkan hutan batu Ramang-Ramang dan Taman Purbakala Leang-Leang melalui jalan darat atau pun menelusuri alur sungai.
Keindahan objek wisata Bantimurung semakin memikat dengan paket terpadu, melintasi hutan Ramang-Ramang dan Taman Purbakala Leang-Leang serta kawasan karts Bantimurung-Bulusaraung.
Objek wisata alam air terjun Bantimurung pada hari libur dikunjungi 5.000 orang dan sekitar 2.000 orang hari biasa dengan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Maros sekitar Rp5,5 miliar setiap tahun, ujar Humas Pemkab Maros Kamarudidn Nur. (T.S016/Z002)

















